Review Sony Xperia M2 Dual – Si Penerus Dengan Desain Lebih Cantik

Review Sony Xperia M2 Dual - Si Penerus Dengan Desain Lebih Cantik

Review Sony Xperia M2 Dual – Si Penerus Dengan Desain Lebih Cantik

Akhirnya selesai juga saya melakukan review Sony Xperia M2 ini. Smartphone dari Sony yang membawa penyempurnaan dari Sony Xperia M. Walaupun harganya menjadi lebih mahal 1 juta dibanding saudara tuannya itu, Sony Xperia M2 merupakan smartphone termurah dari Sony yang sudah menggunakan prosesor Quad-Core besutan Qualcomm.

Sebelumnya saya juga sudah pernah membuat video unboxing Sony Xperia M2 yang bisa dilihat pada artikel Unboxing Sony Xperia M2 Dual White.

Oke langsung saja disimak review nya. Plus minus yang saya sampaikan disini saya sampaikan sejujur mungkin berdasarkan pada pendapat pribadi saya, jadi mungkin saja ada perbedaan pendapat ya. Karena setiap orang punya pemikiran dan selera yang berbeda-beda.

 

Spesefikasi

  • Dual SIM
  • GSM 850/900/1800/1900
  • HSDPA 850/900/1900/2100 – support up to H+
  • Dimensi : 139.7 x 71.1 x 8.6 mm
  • TFT Capasitive; 16M color; 540×960 pixels; 4.8 inch; 229 ppi; Scratch-resistant glass
  • Memori internal 8GB (support microsd)
  • RAM 1GB
  • CPU : Qualcomm MSM 8226-0 Snapdragon 400; Quad-core 1.2 Ghz Cortex-A7
  • GPU : Adreno 305
  • Kamera belakang 8MP (1080p); depan VGA (480p)
  • Baterai non-removable Li-Ion 2300 mAh

 

Desain & Bodi

Desainnya sekilas terlihat seperti Xperia Z dimana pada bagian bodi belakangnya menggunakan material jenis kaca. Hanya saja kaca yang digunakan pada Xperia M2 sejenis kaca plastik tapi lebih bagus kualitasnya, berbeda dengan Xperia Z yang menggunakan kaca Gorilla Glass. Sesuai aja lah ya dengan harga yang ditawarkan.

Sisi positif dari penggunaan material kaca ini menurut saya selain memberikan kesan elegan juga membuat genggaman terasa lebih mantap. Mungkin karena keringat dan minyak gampang menempel pada material ini yang membuatnya kesat dan tidak slip di tangan. Sampai sekarang Xperia M2 yang saya gunakan ini belum pernah jatuh. Lain halnya dengan Xperia M saya sebelumnya yang bagian bodi belakangnya berjenis plastik doff itu sudah tidak terhitung lagi berapa kali jatuh dan slip dari genggaman.

Nah sisi negatifnya dari material kaca ini adalah gampang terlihat kotor karena bekas sidik jari dan mengurangi kesan elegannya jika Xperia M2 kalian berwarna hitam. Tapi jika berwarna putih kalian tidak perlu khawatir karena bekas sidik jari tidak terlalu nampak. Karena ini jugalah saya memilih Xperia M2 berwarna putih.

Kalian mungkin juga harus lebih berhati-hati jangan sampai HH ini terjatuh karena mungkin bodinya tidak hanya akan penyok tapi bisa retak hingga pecah. Selain itu karena Xperia M2 ini tidak menggunakan Gorilla Glass saya sarankan kalian melapisinya dengan screen guard depan-belakang. Daripada nanti bodi aslinya lecet-lecet nyesal loh.

 

Layar & Interface

Layar pada Xperia M2 bisa dibilang cukup bagus walaupun tidak dilangkapi dengan Bravia Engine ataupun X-Reality Engine. Tidak ‘wah’ namun tidak jelek juga. Dengan bentang layar 4.8″ sayangnya Sony tidak menggunakan resolusi HD (1280×720) pada Xperia M2, hanya 540×960 pixel dengan kerapatan 229 ppi. Tapi gak perlu khawatir, dengan layar seperti itu icon-icon dan menu pada Xperia M2 tetap terlihat halus dan tidak kotak-kotak. Jika ingin dibandingkan kualitasnya kurang lebih seperti layar Xperia L.

Oiya, saya senang pada Xperia M2 ini tidak ada kasus layar kebiru-biruan seperti yang saya alami pada Xperia M sehingga menonton video menjadi lebih nikmat.

Untuk bagian interface…. hemm…. tidak bisa banyak berkomentar pada bagian ini, masih tetap sama dengan Xperia M maupun HH Sony lainnya. Jika dibandingkan dengan Xperia M mungkin hanya berbeda pada bagian panel Quick Settings yang kini bisa dipersonalisasi. Lock Screen juga masih sama dimana untuk membuka dengan di swipe secara vertikal dan bisa ditambahkan beberapa widget.

 

Jaringan & Konektifitas

Pada review ini saya menggunakan Xperia M2 versi Dual Sim. Tersedia juga pilihan Single Sim jika kalian lebih suka menggunakan satu kartu. Harganya hanya terpaut 100-200 ribu saja antara yang single dan dual. Gak perlu permasalahkan boros baterai atau semacamnya. Dari pengalaman saya kurang lebih aja kok penggunaan baterai yang single ataupun yang dual. Wong yang dipakai buat internetan juga cuma salah satunya. Jadi sesuaikan aja sama kebutuhan.

Saya pribadi memilih yang dual supaya enak buat gonta-ganti kartu. Biasanya Sim1 merupakan nomor utama yang gak bisa diganggu gugat keberadaanya. Sedangkan di Sim2 saya pasang kartu buat internetan buat di gonta-ganti, soalnya seperti yang kita tahu tarif dan kualitas layanan internet operator di Indonesia ini suka galau.

Jaringan pada Xperia M2 sudah mendukung hingga kecepatan HSDPA+ (3.75G) baik di Sim1 maupun Sim2. Jadi kalian tidak perlu repot jika nanti ingin beralih koneksi antara Sim1 dan Sim2. Tersedia juga wifi 802.11 a/b/g/n sebagai alternatif. Untuk bertukar data dengan HH lainnya juga cukup lengkap, ada Micro USB yang support OTG, Bluetooth v4.0, hingga NFC pun sudah ada.

 

Kamera

Gambar yang dihasilkan dari jepretan kamera belakang Xperia M2 cukup bagus walaupun hanya beresolusi 8MP. Sensor Exmor RS yang disematkan Sony menjamin kemampuan menangkap cahaya yang baik sehingga menghasilkan gambar yang cukup terang di kondisi indoor atau minim cahaya. Berkat ini saya hampir tidak pernah lagi menggunakan flash untuk memotret. Saya justru lebih sering menggunakan flash sebagai senter.

Pada saat belum mengambil gambar kalian mungkin akan melihat beberapa noise, tapi tenang saja begitu sudah di jepret dan kalian lihat hasilnya noise tersebut tidak akan ada lagi. Foto yang dihasilkan cukup tajam untuk kelasnya.

out-1

Manual Mode; outdoor; siang hari

out-2

SuperiorAuto Mode; outdoor, siang hari

in-1a

SuperiorAuto Mode; indoor, malam hari, Flash off

in-1b

SuperiorAuto Mode; indoor; malam hari; Flash on

in-2a

SuperiorAuto Mode; outdoor; malam hari; Flash off

in-2b

SuperiorAuto Mode; outdoor; malam hari; Flash on

Mode HDR juga ada untuk membantu mengambil gambar objek yang berlawanan dengan arah datang cahaya agar detail objek tersebut bisa lebih terlihat. Selain itu terdapat juga beberpa mode kamera lainnya yang jika dirasa kurang masih bisa ditambahkan melalui Play Store ataupun file apk.

HDR-1a-off

Manual Mode; outdoor; siang hari; HDR off

HDR-1b-on

Manual Mode; outdoor; siang hari; HDR on

HDR-2a-off

Manual Mode; outdoor; malam hari; Flash off; HDR off

HDR-2b-on

Manual Mode; outdoor; malam hari; Flash off; HDR on

Kamera depan? Sepertinya tidak perlu dibahas. Apa yang kalian harapkan dari HH Sony dengan harga 3 juta kebawah dan fakta bahwa resolusinya bahkan tidak mencapai 1MP? Bisa kita sebut keberedaannya seperti “yang penting ada, daripada tidak ada”.

Video yang dihasilkan Xperia M2 bisa mencapi resolusi Full HD (1920×1080). Gerakannya cukup mulus. Hanya saja tangan kalian harus cukup stabil karena jika terlalu banyak bergerak akan terlihat berbayang beberapa detik.

File asli hasil Kamera bisa kalian download disini

 

Performa & Benchmark

Cukup disayangkan pada bagian ini hanya prosessor yang mengalami peningkatan menjadi Quad Core 1,2Ghz dari sebelumnya Dual Core 1Ghz pada Xperia M. Selebihnya sama saja. Ada RAM sebesar 1GB dan Adreno 305 sebagai GPU. Walaupun begitu penggunaan CPU Quad Core memberikan peningkatan performa yang cukup terasa baik untuk keperluan sehari-hari maupun untuk bermain game. Multitasking juga terasa lebih ringan.

Seandainya saja RAM nya 2GB dan menggunakan Adreno 320… Ah tapi kalau begitu harganya pasti membengkak mendekati Xperia ZL lah ya.

Nanti akan saya buatkan video dan artikel khusus untuk test game nya.

Untuk pengujian performa saya gunakan beberapa aplikasi benchmark populer dan mendapatkan hasil sebagai berikut.

  • Antutu Benchmark : 17511
  • Quadrant Standar : 8402
  • Nenamark 2 : 58.8
  • Multitouch Tester : 10 touch
  • CamSpeed : 388; with flash 407

 

Browser

Tidak ada kendala dalam menjelajah dunia maya. Dengan menggunakan browser Chrome saya bisa browsing dengan cukup lancar asalkan tidak membuka terlalu banyak tab aktif. Membaca manga juga nyaman karena tidak perlu zoom-in zoom-out lagi.

Performanya dalam menjalankan HTML5 mendapatkan skor 492.

browser sony xperia m2

 

Multimedia

Seperti biasa Sony mengandalkan aplikasi Album, Movies, dan Walkman untuk sektor multimedia. Berkat sokongan prosesor Quad Core Sony Xperia M2 sanggup memutar video hingga resolusi 1080p dengan lancar.

Pemutar musik Walkman sudah cukup bagus dan bisa diandalkan memutar berbagai macam file audio. Terdapat berbagai setingan equalizer hingga fitur ClearAudio+. Hanya saja menurut saya bass yang dikeluarkan kurang nendang saat didengarkan melalui headset. Tapi ini hanya masalah selera.  Untuk speaker nya bisa dibilang lumayan dan cukup nyaring. Tapi agak pecah jika volume di set maksimal.

 

Baterai

Dengan kapasitas 2200 mAh rasanya sudah cukup untuk menghidupi Xperia M2 seharian. Dengan pemakaian normal sesekali browsing dan chatting XM2 sanggup menemani saya dari pagi hingga malam. Tapi pemakaian normal tiap orang mungkin berbeda-beda kan yah. Untuk itu saya hadirkan juga beberapa tes yang lebih spesifik.

Pertama saya tes menggunakan bantuan aplikasi Antutu Tester dan mendapatkan hasil seperti gambar dibawah ini.

Untuk tes kedua saya lakukan dengan memutar video 720p secara terus-menerus hingga HH mati sendiri karena kehabisan baterai. Status HH tersambung pada jaringan wifi secara terus menerus dan dengan setingan brightnes auto. Hasilnya Xperia M2 bisa bertahan sekitar 6 jam lebih 30 menit.

 

Paket Penjualan

Paket penjualan yang disertakan dalam pembelian Sony Xperia M2 terbilang standar. Tidak lebih tidak kurang, seperti gadget lain pada umumnya. Sebut saja:

  • Headset
  • Charger sekaligus Kabel Data USB
  • Kartu garansi
  • Buku panduan

Kotaknya cukup unik. Jika biasanya berbentuk persegi panjang yang kecil dan tebal, kotak Xperia M2 berbentuk persegi yang melebar namun lebih tipis.

 

Kesimpulan

Jika dibandingkan dengan pesaing dari vendor lainnya yang berada dikelas yang sama, Sony Xperia M2 sebenarnya sedikit tertinggal dalam hal spesifikasi. Sebut saja LG G2 Mini yang sudah mengandalkan layar IPS dan pendatang baru si Zenfone 6 dengan seabrek fiturnya.

Tapi Sony Xperia M2 masih mempunyai kelebihan yang menjadi nilai jual tersendirinya. Xperia M2 masih memilik desain yang elegan dan kamera yang walaupun cuma 8MP tapi sudah dilengkapi dengan Sony Exmor RS yang cukup handal walaupun dalam kondisi minim cahaya.

Kalian masih bisa main Game HD dengan cukup lancar pada Xperia M2, hanya saja itu tergantung sebanyak apa aplikasi yang kalian install karena hanya mengandalkan RAM sebesar 1GB untuk multitasking.

Plus (+)

  • Desain elegan khas Sony
  • Kamera sudah dilangkapi Sony Exmor RS
  • Layar masih cukup bagus dipandang walaupun mempunyai resolusi dan ppi rendah
  • Konektifitas cukup lengkap (HSDPA+, wifi, bluetooth, NFC, USB OTG)

Minus (-)

  • Layar belum HD
  • Minus Bravia Engine
  • Kamera depan kualitasnya jelek
  • Baterai tidak bisa dilepas

Sony Xperia M2 cocok untuk kalian yang cukup memperhitungkan nilai gengsi dari sebuah merk, desain yang simpel khas Sony dan elegan, penggunaan standar sehari-hari dan sesekali bermain game HD.

Tidak cocok untuk kalian yang lebih mementingkan spesifikasi dan fitur diatas segalanya dengan budget cukup ketat. Jujur kalian bisa mendapatkan HH merk sebelah dengan performa yang lebih powerfull pada rentan harga serupa.

Comments

comments

Share this post