Review: Xiaomi Redmi 1S – Tidak Sempurna Tapi ‘Sempurna’

Review: Xiaomi Redmi 1S - Tidak Sempurna Tapi 'Sempurna'

Review: Xiaomi Redmi 1S – Tidak Sempurna Tapi ‘Sempurna’

Kalangan pecinta gadget sudah cukup terkejut dengan kehadiran Asus Zenfone Family yang mampu ‘merusak’ harga pasaran kembali dihebohkan dengan kehadiran Xiaomi Redmi 1S. Bagaimana tidak, OM GADGET sendiri merasa harga Asus Zenfone sudah sangat murah ternyata masih ada yang berani menawarkan smartphone android yang lebih murah lagi dengan spesifikasi mumpuni. Dan hebatnya walaupun murah Xiaomi tidak mengorbankan build-quality nya. Xiaomi seolah mengatakan smartphone yang bagus tidak harus mahal.

Walaupun Xiaomi Redmi 1S mestinya hanya dijual di Lazada secara ekslusif dan hanya dalam waktu tertentu, OM GADGET berhasil mendapatkannya di toko gadget yang cukup besar didaerah sini. Tapi sesuai dugaan Redmi 1S yang OM GADGET bawa pulang ini tidak bergaransi resmi, hanya bergaransi distributor saat ditanyakan pada pihak penjualnya.

Selain itu perbedaan keduanya hanya terletak pada dukungan bahasa dimana yang bergaransi ditributor ini tidak ada opsi bahasa Indonesia, hanya ada China dan English. Sisanya sama saja baik tampilan antarmuka maupun spesifikasinya.

Kalian bisa lihat video unboxing nya pada postingan Video: Unboxing Xiaomi Redmi 1S. Maaf jika pengambilan dan editan video nya kurang bagus, masih belajar juga sih. hehe.

Lantas kenapa OM GADGET katakan tidak sempurna tapi ‘sempurna’? Apa maksudnya sempurna dalam tanda kutip? Kalian akan mengerti begitu membaca review ini sampai habis.

Spesfikasi Utama

  • Dual SIM (SIM1 3G, SIM2 2G)
  • GSM 850/900/1800/1900
  • HSDPA 850/900/1900/2100 – support up to H+
  • Bluetooth v4.0, USB OTG, WiFi
  • Dimensi : 137 x 69 x 9.9 mm
  • IPS LCD Capasitive; 16M color; 720×1280 pixels; 4.7 inch; 312 ppi; AGC Dragontrail glass
  • Memori internal 8GB (support microsd up to 32GB)
  • RAM 1GB
  • CPU : Qualcomm MSM 8228 Snapdragon; Quad-core 1.6 Ghz Cortex-A7
  • GPU : Adreno 305
  • Kamera belakang 8MP; depan 1.6MP
  • Baterai removable Li-Ion 2000 mAh

Spesifikasi lebih lengkap bisa dilihat di GSMArena

Desain Bodi

Feel saat pertama kali memegangnya smartphone ini terasa kokoh dan cukup berat. Penggunaan warna metal grey semakin memperdalam kesan tersebut. Tidak ada yang aneh pada tombol-tombol Redmi 1S, peletakannya normal dan cukup nyaman ditekan.

Mungkin yang cukup disayangkan adalah penggunaan softkey capasitive dimana smartphone android zaman sekarang biasanya menggabungkannya kedalam layar sehingga bodi bisa lebih ringkas seperti pada smartphone buatan Sony. Selain itu softkey ini tidak dilengkapi LED sehingga tidak akan terlihat ditempat gelap. Tapi OM GADGET rasa ini hanya masalah waktu hingga kalian mulai terbiasa.

Walaupun Xiaomi Redmi 1s masuk kategori low-end tapi hal itu tidak akan membuat kalian minder menentengnya. Tidak ada kesan murahan yang dipancarkannya sekalipun casing yang digunakan terbuat dari plastik. Pasalnya bahan plastik yang digunakan terbilang berkualitas dibandingkan smartphone sejenisnya.

Dengan tebal 9.9 mm Redmi 1S cukup pas ditangan dan nyaman digenggam. Tidak ada masalah untuk digunakan mengetik dengan satu tangan sekalipun. Ukuran layar 4.7″ OM GADGET rasa cukup pas untuk standar smartphone jaman sekarang. Tidak kekecilan maupun kebesaran.

Layar

Berbicara masalah layar kalian pasti akan terkejut. Panel IPS, resolusi HD 720p, kerapatan hingga 312 ppi, bahkan layar tersebut sudah dilindungi dengan AGC Dragontrail Glass (kurang-lebih setara dengan Gorilla Glass). Xiaomi tidak setengah-setengah dalam memberikan layar berkualitas. Kalian  tidak akan menemukan smartphone lain dengan kualitas layar seperti itu di rentang harga dibawah 2 juta. Dengan spesifikasi layar semewah itu semestinya kualitas layar Xiaomi Redmi 1S cukup pantas disandingkan dengan layar iPhone. Dan bagaimana pengalaman OM GADGET saat pertama kali menghidupkan smartphone ini?

Waw! Awesome!

OM GADGET kembali merasakan sensasi kekaguman yang sama saat pertama kali berinteraksi dengan layar iPhone 4S! Layar yang jernih, desain UI yang indah, dan icon-icon yang terlihat sangat smooth! Tidak heran Redmi 1S bisa menampilkan tampilan seindah ini jika kita lihat dari kerapatan ppi yang diusungnya. Hanya berbeda tipis dengan iPhone 4S, dimana iPhone 4S memiliki kerapatan hingga 330 ppi sedangkan Redmi 1S 312 ppi.

User Interface

OM GADGET masih ingat saat dulu menggunakan Cusrom MIUI pada Samsung Galaxy 5 sekitar 3 tahun yang lalu. Walaupun sudah banyak berubah tapi ciri khas dari MIUI masih terasa seperti icon-icon yang lembut dan tanpa ada app drawer. Keindahan User Interface Xiaomi Redmi 1S ini tentunya juga karena ditopang layar berkualitas diatas rata-rata. Seperti yang sudah OM GADGET sebutkan diatas, jika kalian bosan dengan tampilan default nya kalian masih bisa menggantinya dengan mengunduh tema yang tersedia cukup banyak dan menarik.

Personalisasi Maksimal

Kalian yang gampang bosan dan doyan utak atik tampilan smartphone Android mungkin akan mulai jatuh cinta pada Xiaomi dibagian interface yang bernama MIUI ini. Tidak hanya terlihat indah, jika kalian bosan dengan tampilan default nya kalian bisa dengan mudah merubah tampilannya dengan mengunduh tema yang tersedia sangat banyak. Asyiknya lagi perubahan tema ini meliputi hampir seluruh aspek dari tampilan ponsel. Mulai dari wallpaper, icon, lockscreen, notification panel, ringtone, hingga menu Settings pun tidak luput dari perubahan ini.

Layout notification panel pun bisa diubah. Kita juga bisa memantau kecepatan akses internet yang sedang kita gunakan langsung melalui notification panel. Hemm.. apalagi yah. OM GADGET sampai bingung nih nyebutinnya karena sangat banyak yang bisa dipersonalisasi. Intinya banyak deh yang bisa dipersonalisasi.

Kamera

Lagi-lagi disini Xiaomi tidak setengah-setangah membenamkan fitur kamera. Tidak hanya resolusi kameranya  yang sudah memenuhi standar pada kelasnya, kualitas yang dihasilkan dari lensanya pun pantas untuk diacungi jempol. Jernih dan cukup tajam walaupun ditempat minim cahaya. Hampir tidak ada noise saat diarahkan ketempat gelap. Resolusinya sendiri bisa kalian atur hingga 8 MP.

Kalian tidak akan menemukan fitur unik seperti AR Effect nya Sony Xperia maupun Low Light Mode nya Asus Zenfone. Tapi sebagai gantinya kalian akan diberikan pilihan setingan manual yang cukup lengkap seperti Iso, White Balance, Exposure, dan lainnya.

Beralih ke mode perekaman video. Smooth! Video yang dihasilkan terlihat mulus dan tidak patah-patah bahkan saat OM GADGET gunakan resolusi maksimal hinggal 1080p. Pengaturan yang ada pun cukup lengkap, maksudnya sesuai standar. Ada sedikit saran OM GADGET sebelum kalian mulai merekam video. Buka menu setingan video, pada bagian Focus mode sebaiknya gunakan mode CAF. Karena jika kalian menggunakan mode Tap, maka kalian mungkin akan kerepotan karena harus melakukan fokus manual (dengan men-tap layar) setiap kali berpindah objek.

Sekarang kita bicarakan kamera depan. Walaupun tentu saja tidak bisa dibandingkan dengan kamera belakangnya, OM GADGET pribadi merasa kamera depan Redmi 1S sudah sangat baik. Kalian bisa melihat dengan jelas wajah kalian walaupun ditempat minim cahaya. Bahkan saat membelakangi sumber cahaya pun wajah kalian masih bisa dikenali walaupun gambarnya akan jadi sedikit gelap. Sedangkan resolusinya maksimalnya bisa mencapai 1.6 MP.

Saat kamera depan OM GADGET gunakan untuk merekam video hasilnya cukup mengejutkan. Kamera sekunder ini sanggup menghasilkan video yang cukup terang dan minim noise sekalipun dikondisi indoor hingga resolusi 720p.

Ada fitur unik pada kamera Redmi 1S dimana kalian bisa langsung melakukan scan QR Code langsung melalui aplikasi kamera bawaannya. Cukup menarik, setidaknya kita tidak perlu berpindah aplikasi atau menginstall aplikasi pihak ketiga.

Hasil kamera belakang (8 MP) :

Review: Xiaomi Redmi 1S - Tidak Sempurna Tapi 'Sempurna'

outdoor; auto

Review: Xiaomi Redmi 1S - Tidak Sempurna Tapi 'Sempurna'

outdoor; auto

Review: Xiaomi Redmi 1S - Tidak Sempurna Tapi 'Sempurna'

outdoor; auto

Review: Xiaomi Redmi 1S - Tidak Sempurna Tapi 'Sempurna'

indoor; auto; no flash

Review: Xiaomi Redmi 1S - Tidak Sempurna Tapi 'Sempurna'

indoor, auto, no flash

Review: Xiaomi Redmi 1S - Tidak Sempurna Tapi 'Sempurna'

outdoor; no flash; auto; HDR Off

Review: Xiaomi Redmi 1S - Tidak Sempurna Tapi 'Sempurna'

outdoor, auto, no flash, HDR On

Review: Xiaomi Redmi 1S - Tidak Sempurna Tapi 'Sempurna'

indoor; auto; no flash

Review: Xiaomi Redmi 1S - Tidak Sempurna Tapi 'Sempurna'

indoor; auto; with flash

Hasil kamera depan (1.6 MP) :

had1

had2

had3

Hasil video recording kamera belakang (1080p) :

 

Pemutar Audio

Saat pertama kali membukanya, OM GADGET merasakan kesan bersih dan simple. Tapi saat memasuki menu pengaturannya kalian akan menemukan opsi pengaturan musik yang sangat lengkap jika dibandingkan musik player bawaan vendor lainnya seperti Samsung maupun Sony. Satu yang unik, saat kalian menancapkan headset kalian bisa memilih hingga 4 mode yang berbeda. Saat OM GADGET coba keempatnya memang menghasilkan keluaran yang berbeda-beda di telinga.

Oh iya, jika kalian mengubah tampilannya ke mode landscape akan membuat pemutar musik tersebut lebih menarik.

Suara yang disemburkan melalui speaker cukup nyaring. Saat di set ke volume maksimal suara yang keluar tidak pecah walaupun tidak jernih. Suaranya lebih didominasi oleh trebble.

Galeri & Pemutar Video

Galeri dan pemutar video pada Xiaomi Redmi 1S jadi satu. Tidak ada yang spesial pada galerinya. Terlihat bersih dan rapi dengan pengkategorian berdasarkan folder lokasinya. Untuk pemutar video nya standar saja, hanya dapat menampilkan beberapa format video populer. Seperti yang sudah saya sampaikan diatas, mata kalian akan dimanjakan dengan kualitas layar Xiaomi Redmi 1S yang jernih saat menonton video melalui smartphone ini.

Sensor

Walaupun dibanderol dengan harga murah nyatanya sensor yang ada pada Xiaomi Redmi 1S ini terhitung cukup lengkap. Bahkan Gyro Sensor yang biasanya hanya ada pada perangkat high-end juga hadir disini. Gyro Sensor sendiri biasanya digunakan untuk keperluan gaming.

Sedikit catatan pada sensor cahaya agak aneh. Entah karena kurang peka atau mungkin terlalu peka, saat menggunakan mode auto brightness pencahayaan pada layar kurang sesuai dengan keadaan sekitar. Kadang terlalu terang ditempat minim cahaya dan begitupun sebaliknya.

Performa & Benchmark

Xiaomi Redmi 1S ditenagai dengan prosesor Qualcomm Quad-core 1.6 Ghz dan ditunjang dengan RAM 1GB. Spesifikasi hardware seperti ini sudah lebih dari cukup untuk smartphone dengan harga 1,6 juta. Transisi dalam berpindah-pindah aplikasi terasa mulus dan hampir tidak ada lag. Untuk bermain game pun kalian tidak perlu khawatir, sokongan GPU Adreno 305 sudah cukup untuk memainkan hampir sebagian besar game yang ada dipasaran.

Untuk mengukur benchmark OM GADGET menggunakan 5 aplikasi berbeda sesuai fungsinya masing-masing dan hasilnya seperti yang bisa kalian lihat dibwah ini.

  • Antutu Benchmark : 20366
  • Quadrant Standar : 10199
  • Nenamark 2 : 57.1
  • Multitouch Tester : 9 touch
  • CamSpeed : 403; with flash 369

Review: Xiaomi Redmi 1S - Tidak Sempurna Tapi 'Sempurna'

Baterai

Dengan kapasitas sebesar 2000 mAh yang diberikan Xiaomi bisa dikatakan cukup dan sesuai dengan harganya. Dengan pemakaian normal Redmi 1S yang OM GADGET gunakan tidak sanggup bertahan dalam 1 hari penuh. Setidaknya butuh 2 kali charger dalam sehari. Tapi balik lagi ini sangat tergantung dengan kondisi sinyal operator yang digunakan. Kebetulan Redmi 1S OM GADGET kedua kartu SIM nya aktif bersamaan dan salah satunya selalu terkoneksi ke jaringan 3G.

Agar hasilnya lebih objektif OM GADGET melakukan pengetesan yang sama seperti yang pernah dilalui Sony Xperia M2 pada review sebelumnya. Semua tes dilakukan dalam keadaan baterai 100%, kecerahan auto, dual SIM standby, dan terkoneksi secara terus menerus ke jaringan wifi.

Tes Pertama menggunakan aplikasi Antutu Tester dengan setingan battery lavel 80%. Hasilnya Redmi 1S mendapatkan score 6559.

Review: Xiaomi Redmi 1S - Tidak Sempurna Tapi 'Sempurna'

 

Tes Kedua dengan cara memutar secara terus-menerus video berkualitas HD dari kondisi baterai 100% hingga smartphone mati sendiri karena kehabisan daya. Hasilnya Redmi 1S ini hanya bisa bertahan selama 175 menit atau 3 jam 55 menit.

Review: Xiaomi Redmi 1S - Tidak Sempurna Tapi 'Sempurna'

Aksesoris

Sepertinya ini juga menjadi nilai jual dari Xiaomi Redmi 1S. Kalian bisa dengan mudah mencari aksesoris tambahannya di internet seperti backcover maupun hardcase misalnya. Tidak hanya itu, variasi model dan bentuknya pun cukup banyak yang bahkan bisa membuat orang lain mengira kalian bergonta-ganti smartphone.

Kotak & Paket Penjualan

Seperti yang diduga. Dengan harga semurah itu kotak dan paket penjualan menjadi salah satu yang kena getahnya demi menekan harga jual. Tampilan dus atau kotak yang melindungi Xiaomi Redmi 1S selama pengiriman sangat sederhana kalau tidak mau dibilang jelek. Tidak seperti vendor lainnya yang menghiasi kotaknya dengan warna-warna artistik dan elegan, Xiaomi hanya menggunakan kotak dengan warna coklat sperti warna kardus minuman gelas. Hanya ada tulisan “MI” dan beberapa siker garansi maupun spesifikasi sebagai pemanis agar kotaknya tidak terlihat polos-polos amat. Tapi jangan salah, dibalik tampilannya yang sederhana itu kotak ini sangat kuat dalam menahan beban. Pihak Xiaomi mengklaim kotak rancangan mereka sangat kuat dan kokoh dalam menahan beban yang sangat berat sekalipun.

OM GADGET sudah pasti penasaran dengan klaim ini. Langsung saja OM GADGET coba kotak ini dengan diinjak, berdiri dengan satu kaki diatasnya, bahkan OM GADGET coba melompat-lompat kecil diatasnya. Hasilnya tidak ada kendala rusak ataupun penyok pada kotak ini.

Tapi OM GADGET masih penasaran. OM GADGET suruh adik OM GADGET untuk melakukan hal yang sama. Sebagai catatan, adik OM GADGET badannya lebih besar dan lebih berat dari OM GADGET sendiri sebagai kakaknya (miris juga sebenarnya melihat kenyataan ini… hiks). Hasilnya? Kotak ini tetap utuh!

Sepertinya Xiaomi memang tidak main-main dalam hal keamanan perangkat buatannya selama pengiriman agar meminimalisir konsumen mendapatkan produk yang cacat.

Dan satu hal yang pasti jangan minta OM GADGET melakukan tes yang sama terhadap perangkat Xiaomi Redmi 1S nya yah. Nanti jadi momen horor.

Untuk paket penjualan sangat minim, hanya ada charger, buku manual, dan kartu garansi. Headset bahkan tidak ada. Yang cukup menyebalkan sebenarnya ada pada bentuk colokan charger yang kurang lazim, yaitu berbentuk pipih. Dengan begini OM GADGET harus membeli adaptor tambahan agar bisa menggunakannya. Harga adaptornya memang tidak mahal tapi cukup bikin repot beli lagi.

Garansi

Ada nilai plus dan minusnya pada garansi yang diberikan Xiaomi. Minusnya adalah Service Center Xiaomi yang masih sangat sedikit di Indonesia dan hanya tersedia di kota-kota besar. Sedangkan plusnya adalah Xiaomi merupakan satu-satunya vendor yang melegalkan rooting, yang artinya aktivitas root tidak akan menghanguskan garansi. Menariknya lagi penggunaan ROM yang tidak resmi seperti CyanogenMod pun tetap dilegalkan seperti yang disampaikan CEO Xiaomi Hugo Barra pada salah satu artikel yang OM GADGET baca di internet.

Kesimpulan

Pada akhirnya Xiaomi Redmi 1S bukanlah sebuah produk yang sempurna. Redmi 1S mempunyai beberapa kekurangan seperti misalnya sensor cahaya yang kurang akurat hingga temperature kinerja yang cukup panas (kalau ini tergantung seberapa bagus kualitas sinyal operator juga sih) yang berimbas juga pada baterai yang lebih boros. Tapi semua kekurangan tersebut tertupi dengan harganya yang sangat murah dan ditambah fitur kelas atas yang dibawanya.

Satu kelebihan yang OM GADGET yakin akan membuat kalian kagum saat pertama kali melihatnya adalah layarnya. Tidak ada smartphone di rentang harga dibawah 2 juta yang memiliki layar seindah Xiaomi Redmi 1S. Jika kalian sudah terbiasa menggunakan Redmi 1S mungkin kalian akan kesulitan untuk kembali menggunakan smartphone dengan kerapatan layar dibawah 300 ppi. Untuk masalah performa Redmi 1S juga unggul dibanding saingan-saingannya walaupun cuma beda tipis.

Bisa dikatakan Xiaomi Redmi 1S tinggal menapaki beberapa langkah lagi untuk menjadi smartphone sempurna pada kelas entry-level. Namun sayangnya tidak. Yah karena pada dasarnya memang tidak ada yang sempurna didunia ini. hehe.

Untuk sekarang versi firmware terbarunya sudah mencapai v.45. Tapi OM GADGET punya beberapa saran.

  • Jika kalian ingin performa yang maksimal gunakan firmware v.43, namun dengan konsekuensi baterai lebih boros dan suhu perangkat lebih panas.
  • Tapi jika kalian baterai yang lebih hemat dan suhu perangkat yang lebih adem maka gunakan firmware v.45, namun dengan konsekuensi akan lebih sering terjadi lag saat multitasking dan gaming yang kurang lancar.

Hal itu disebabkan pada firmware v.45 terjadi penurun clock CPU, entah kenapa Xiaomi memberikan setingan seperti itu.

Dengan harga resminya yang hanya Rp1.599.000 praktis Xiaomi hampir tidak memilik lawan yang sepadan. OM GADGET rasa saingan terdekatnya hanya ada pada Asus Zenfone 5 versi RAM 1GB yang itupun masih lebih mahal 200 ribu.

Plus (+)

  • Layar sangat indah dan jernih
  • UI cantik
  • Harga murah
  • Performa kencang
  • Kualitas kamera bagus baik depan maupun belakang
  • Personalisasi maksimal
  • Sensor cukup lengkap
  • Konekstifitas lengkap
  • Aksesoris cukup banyak
  • Rooting tidak menghanguskan garansi

Minus (-)

  • Sensor cahaya kurang akurat
  • Temperatur kinerja cukup panas
  • Softkey navigation tidak ada led nya
  • Service Center sangat terbatas
  • Pemasaran resminya dengan sistem Flash Sale melalui Lazada (walaupun OM GADGET mendapatkannya tidak melalui ini)
  • Service center masih sedikit

Cocok untuk : kalian yang mendambakan smartphone murah dengan performa kencang, menginginkan layar yang jernih, suka oprak-oprek, sudah bosan dengan vendor besar dan ingin mencoba hal baru

Tidak cocok untuk : kalian yang fanatik pada vendor-vendor besar saja, anti atau masih menganggap semua produk Cina tidak berkualitas, mengharapkan kualitas yang sama dengan produk seharga 5 juta keatas

Comments

comments

Share this post