Review: Asus X453M – Celeron Lelet? Siapa Bilang!

Review: Asus X453M – Celeron Lelet? Siapa Bilang!

Halo gan, kali ini Om Gadget akan melakukan sedikit review pada Asus X453M yang baru saja dibeli ini. Hemm sebenarnya gak baru-baru amat sih, sudah 3 bulan sejak postingan ini di publish. Artikel review ini sudah mulai Om Gaget tulis beberapa hari sejak pembelian, tapi karena satu dan lain hal akhirnya ngaret sampai 3 bulan. hehe

Laptop ini Om Gadget beli untuk menggantikan netbook Asus Eeepc 2015c sebelumnya yang untuk booting ke tampilan desktop saja sampai muntah darah (baca: lelet). Sekarang netbok tersebut sudah Om Gadget wariskan ke adik yang masih SMP. Biarlah dia merasakan sejenak bagaimana rasa sakitnya menunggu loading. hahaa

Spesifikasi

Processor Intel Bay Trail-M Dual Core Celeron N2840
OS Free DOS
Graphics Intel HD
Memory  2 GB DDR3L
Display 14″ (1366×768)
Storage – 2.5″ SATA 500GB HDD 5400 RPM
– Card reader (SD SDHC)
Camera VGA
Optical Drive Super-Multi DVD
Networking – Wifi 802.11 b/g/n
– LAN
Interface – 1x COMBO audio jack
– 1x VGA port
– 1x HDMI
– 1x USB 3.0 port
– 1x USB 2.0 port
– 1x LAN jack
Audio  SonicFocus
Battery  2 Cells
Power Adapter – Output : 19 V DC, 1.75 A, 33 W
– Input : 100-240 V AC, 50/60 Hz universal
Dimensions 34.8 x 24.2 x 2.53 cm (WxDxH)
Weight 2.0 kg (with 2 cell battery)

Pertama-tama kita akan mulai dari spesifikasinya, bisa kalian lihat dari tabel diatas. Yak, memang bukan laptop mahal sih. Tapi lumayan lah buat dibawa-bawa keluar mengingat harganya cuma 3 jutaan.

Desain

Review: Asus X453M - Celeron Lelet? Siapa Bilang!Review: Asus X453M - Celeron Lelet? Siapa Bilang!Review: Asus X453M - Celeron Lelet? Siapa Bilang!Review: Asus X453M - Celeron Lelet? Siapa Bilang!Review: Asus X453M - Celeron Lelet? Siapa Bilang!Review: Asus X453M - Celeron Lelet? Siapa Bilang!Review: Asus X453M - Celeron Lelet? Siapa Bilang!

Review: Asus X453M - Celeron Lelet? Siapa Bilang!

Lumbang pembuangan udara panas dibagian belakang

Review: Asus X453M - Celeron Lelet? Siapa Bilang!

Sepertinya ini akan menjadi tren model untuk kebanyakan jajaran laptop Asus tahun ini. Pada permukaan atas laptop tidak hanya polos begitu saja tapi diberi aksen/ukiran melingkar-lingkar yang akan membuatnya terlihat unik dalam memantulkan cahaya, seperti halnya seri Zenbook. Sedangkan bagian bawahnya berwarna hitam polos.

Tidak ada tempat khusus untuk membuka bagian RAM maupun hardisk. Bahkan kalian pun tidak akan bisa melepas baterai nya jika tidak membongkar keseluruhan casing nya terlebih dahulu. Dengan konsep desain yang seperti ini praktis akan sangat sulit untuk melakukan upgrade seperti misalnya menambah RAM ataupun mengganti HDD menjadi SSD.

Untuk bagian dalamnya, sekitar keyboard, terlihat bersih dan simpel dengan warna putih polos yang disandingkan dengan keyboard berwarna hitam. Tombol power terletak tepat diatas tombol Esc tanpa ditemani dengan led penanda laptop dalam keadaan menyala. Bukan masalah besar hanya saja akan lebih bagus jika ada led nya menurut Om Gadget. Keyboard nya menurut Om Gadget sangat nyaman digunakan untuk mengetik cepat sekalipun.

Pada bagian kiri terdapat port charger, 1x Lan, 1x port VGA, 1x port HDMI, 1x USB 3.0, 1x slot SDCARD, dan 1x USB 2.0. Sedangkan pada bagian kanan hanya terdapat slot DVD RW dan security lock. Pada bagian depannya hanya terdapat speaker, led power, dan led baterai.

Yang cukup unik dan Om Gadget suka adalah lubang pembuangan udara panasnya yang terletak pada bagian belakang. Kebanyakan laptop lain berada pada sisi samping atau bawah. Dengan desain lubang seperti ini tangan kita tidak akan kepanasan saat mengoperasikan laptop. Dan laptop ini juga masih nyaman digunakan dalam pangkuan diatas paha cukup lama. Paha kita hanya akan terasa sedikit hangat.

Touchpad

Beralih ke navigasi, Asus (lagi-lagi) memberikan touchpad dengan model klik kiri-kanan yang rata menyatu. Dan sepertinya akan terus seperti ini untuk model laptop kedepannya. Om Gadget sebenarnya sangat membenci model seperti ini karena dari beberapa kali penggunaan, laptop dengan touchpad model seperti ini cukup menghambat navigasi apalagi saat memerlukan kombinasi dengan klik kiri/kanan berbarengan.

Contohnya saat melakukan drag & drop. Ya memang hal ini bisa dengan mudah diatasi dengan membeli mouse tambahan hanya saja rasanya kurang praktis.

Nah pada Asus X453 ini Om Gadget cukup terkejut karena tidak menemukan kesulitan berarti dalam bernavigasi dengan touchpad ini. Klak-klik, drag-drop, semuanya bisa dilakukan dengan lancar.Sepertinya Asus belajar dari keluhan konsumen dan memperbaiki desain dari touchpad nya ini sehingga nyaman digunakan. Dan sepertinya Om Gadget tidak perlu membeli mouse tambahan lagi.

Baterai

Baterainya memang cuma 2 cell tapi saya merasa daya tahannya cukup bagus. Untuk aktivitas browsing-browsing masih bisa tahan 3-4 jam. Mungkin karena menggunakan processor celeron sehingga tidak terlalu banyak makan daya.

Performa

Ditenagai (hanya) dengan processor Intel Celeron dan grafis Intel HD maka jangan mengharapkan laptop ini bisa menangani tugas-tugas berat seperti me-render 3D atau memainkan game sekelas GTA V. Wajar aja sih mengingat harganya yang hanya 3 jutaan laptop ini lebih dikhususkan untuk kegiatan-kegiatan ringan seperti mengetik, browsing, dan sesekali menonton film.

Kapasitas RAM-nya yang cuma 2GB terhitung sangat pas-pas an dalam menjalankan Windows 8.1 64-bit. Kalian akan cukup sering menemui sisa available RAM nya hanya tinggal 100-200MB. Apalagi jika kalian suka membuka banyak tab hingga belasan sekaligus pada browser seperti yang sering Om Gadget lakukan. Cukup menguji kesabaran gan.

Lelet? Upgrade ke SSD!

Setelah 3 bulan menggunakan laptop ini Om Gadget akhirnya menyerah dengan fakta bahwa laptop ini tidak mampu lagi menghandle kebutuhan Om Gadget. Kebutuhan Om Gadget sebenarnya tidak terlalu berat, hanya browsing-browsing, download, dan sesekali menonton film saja. Tapi Om Gadget punya kebiasaan membuka tab pada Chrome hingga belasan sekaligus dan jadilah laptop Asus X453M ini kehabisan napas dan mulai lemot.

Akhirnya Om Gadget putuskan untuk membeli SSD. Adapun SSD yang dibeli adalah Kingston V300 120GB yang merupakan kelas value. Langsung saja Om Gadget bongkar itu laptop walaupun Om Gadget tahu itu akan menghanguskan garansi resminya. Karena untuk membongkar nya kita diharuskan membuka beberapa baut yang sayangnya baut tersebut ditutupi oleh stiker garansi.

Review: Asus X453M - Celeron Lelet? Siapa Bilang!

Review: Asus X453M - Celeron Lelet? Siapa Bilang!

Review: Asus X453M - Celeron Lelet? Siapa Bilang!

The SSD!

 

Akhirnya SSD terpasang dan sudah Om Gadget install windows 8.1 beserta antek-anteknya (baca: driver dan program). Hasilnya? Wuuuss! Laptop ini mampu mengikuti pergerakan multitasking Om Gadget dengan lancar. Tidak ada masalah membuka tab pada Chrome hingga belasa sekaligus walaupun RAM nya hanya 2GB. Program Adobe Photoshop dan Microsoft Office 2013 pun bisa dibuka dengan sangat cepat. Misalnya saja Adobe Photoshop mampu dibuka dengan waktu kurang dari 5 detik! Yah tidak rugi Om Gadget membeli SSD walaupun kapasitasnya lebih kecil dari HDD. Toh saya juga tidak memerlukan space yang besar.

Oiya, pada laptop ini hanya disediakan 1 slot RAM. Jadi jika kalian ingin menambah kapasitas RAM maka RAM bawaannya tidak bisa dipakai.

Kesimpulan

Hadir dengan desain texture melingkar-lingkar ala zenbook memberikan kesan menarik pada laptop Asus X453M ini. Apalagi dengan dimensi 34.8 x 24.2 x 2.53 cm membuatnya terlihat tipis dan cukup elegan. Om Gadget suka dengan penempatan lubang pembuangannya dibagian belakang sehingga tidak mengganggu kenyamanan tangan saat mengoperasikannya. Yang cukup disayangkan adalah port USB nya yang cuma disediakan 2 buah. Netbook Om Gadget sebelumnya saja yang lebih kecil port USB nya ada 3 buah.

Dari segi performa memang terhitung pas-pasan karena hanya mengandalkan Intel Celeron. Wajar mengingat harganya yang berkisar 3 jutaan. Saran Om Gadget kalian segera lakukan upgrade SSD agar kinerjanya bisa lebih responsif. Dan kalau masih ada dana lebih bisa juga kalian tingkatkan sekalian kapasitas RAM nya.

Laptop ini cocok untuk kalian yang punya dana terbatas dan hanya melakukan kegiatan seperti mengetik, browsing, maupun nonton film.

Comments

comments

Share this post