Download Torrent Mudah Tanpa Aplikasi

Umumnya apabila kita ingin men-download suatu file torrent kita perlu untuk menginstall aplikasi torrent client terlebih dahulu di koputer kita seperti uTorrent ataupun BitTorrent. Tapi sebenarnya ada cara yang lebih simpel tanpa harus install aplikasi tambahan seperti yang akan saya paparkan berikut ini. Disini saya akan menggunakan bantuan dari situs zBigz.com. Seperti apa caranya? Simak tulisan dibawah ini.

1. Cari file torrent yang ingin didownload. Pada kasus ini saya mencarinya di situs www.kat.ph.

2. Apabila sudah ketemu, klik tombol Download Torrent.

download torrent
Download dulu file .torrent nya

 

3. Setelah selesai di download kita akan mendapatkan sebuah file dengan exstensi .torrent

file .torrent
file .torrent yang sudah di download

 

4. Buka situs www.zbigz.com

5. Klik pada bagian Upload .torrent file

upload file torrent di zbigz
upload file .torrent yang sudah di download tadi

 

6. Klik 2 kali pada file .torrent yang sudah kita download di kat.ph tadi

pilih file torrent
kli 2x pada file .torrent

 

7. Klik tombol Go!

klik Go!
klik Go!

 

8. Pilih yang Free

pilih Free
pilih Free

 

9. Tunggu hingga prosesnya selesai

proses download torent
proses

 

10. Klik Tombol .zip untuk mendownload

siap download torrent
Siap untuk di download

 

 

Catatan
Karena kita tadi memilih yang Free file yang bisa di download terbatas hanya sampai 8GB

Optimalisasi Firefox dan Chrome dengan SpeedyFox

fastest chrome firefox

Browser kalian terasa lambat?
Jika iya mungkin kalian bisa mencoba software freeware berikut ini. Namanya adalah SpeedyFox. SpeedyFox bekerja dengan cara merapikan  dan menata kembali file-file yang ada pada browser seperti halnya Defragment pada Windows. Bedanya, software ini melakukannya pada browser dan bukan pada sistem Windows secara keseluruhan. Walaupun nama software ini identik dengan browser Firefox, bukan berarti browser lain tidak mendukung. Software ini bisa mendukung optimalisasi mulai dari Firefox, Chrome, hingga Skype dan Thundrebird.

Software SpeedyFox adalah sebuah software portable yang artinya kita tidak perlu melakukan proses installasi untuk menjalankannya. Menurut Crystalidea selaku pengembang, proses optimalisasi ini idealnya dilakukan 2 minggu sekali. Tapi tidak ada salahnya kalian melakukannya lebih apabila sering menggunakan Firefox atau Chrome.

 

Cara Penggunaan

  1. Jalankan software speedyfox.exe yang sudah di download tadi.
  2. Sebelumnya pastikan aplikasi Firefox/Chrome/Skype/Thundirbird ditutup terlebih dahulu.
  3. Klik tombol Optimize

 

Software ini bisa kalian dapatkan secara gratis langsung dari situs resminya di www.crystalidea.com
Semoga bermanfaat.

Cara Alternatif Masuk BIOS

Seperti yang kita tahu menu BIOS berfungsi untuk mengatur berbagai setingan komputer seperti misalnya untuk install ulang OS. Biasanya kita menekan tombol F2 ini berkali-kali sampai masuk ke menu BIOS. Nah sekarang apa jadinya kalau kita tidak bisa masuk BIOS walupun sudah menekan F2 berkali-kali?

Pastinya akan sangat menjengkelkan. Hal ini OM-G alami setelah menginstall OS Windows 8 pada laptop Acer. Mungkin ini disebabkan booting dalam Windows 8 yang semakin cepat.

Untuk mengatasinya sebenarnya cukup sederhana. Kalian tinggal menekan tombol Power bersamaan dengan tombol F2. Maksudnya gini, setelah kalian menyalakan Laptop langsung tekan dan tahan tombol F2 kemudian diikuti dengan menekan tombol Power beberapa kali sampai masuk ke BIOS.

Apabila tidak berhasil juga kalian bisa mencoba dengan menekan tombol Power + F2 secara bersamaan berulang-ulang hingga masuk ke menu BIOS.

Semoga tips sederhana ini bisa membantu. 🙂

7 Mitos Menyesatkan dalam Video Game

Perkembangan game semakin hari semakin maju saja. Banyak orang terkesima dengan kualitas game yang ada sekarang. Dilain sisi mulai bermunculan mitos-mitos menyesatkan tentang Game dari mereka yang berpandangan negatif. Karena itulah banyak pihak yang terus berusaha mematahkan mitos-mitos tentang game yang tidak beralasan. Berikut beberapa diantaranya yang saya kutip dari Gamexeon.

1. Mitos : Keberadaan video game memicu epidemi kekerasan yang dilakukan oleh para remaja

FAKTANYA : Menurut catatan statistik kriminal di Amerika Serikat, jumlah kejahatan yang dilakukan remaja menurun drastis dalam kurun waktu 30 tahun terakhir. Para peneliti menemukan bahwa orang yang melakukan kejahatan pada umumnya mengkonsumsi lebih sedikit info dari berbagai media. Memang betul bahwa pelaku penembakan di sekolah-sekolah Amerika, yang sebagian adalah remaja yang pernah memainkan video game. Namun video game bukan pemicu utama bagi remaja kriminil tersebut untuk melakukan kejahatan, melainkan lingkungan hidup yang buruk serta keadaan keluarga yang berantakan. Jika video game menjadi pemicu utama pelaku kejahatan, maka hanya 10% remaja yang tidak akan melakukan kejahatan karena tidak memiliki video game. Tapi hal ini tidak terjadi meski riset membuktikan bahwa 90% pemuda dan 40% remaja perempuan adalah gamer.

 

2. Mitos : Hasil penelitian menunjukkan adanya hubungan antara game berbau kekerasan dengan sifat agresif pada gamer

 FAKTANYA : Klaim seperti ini banyak didasarkan pada penelitian-penelitian sempit yang berfokus pada efek media saja. Penelitian semacam ini biasanya mencakup 300 jenis studi akan kekerasan media. Tetapi kebanyakan studi tersebut tidak memiliki hasil kesimpulan yang jelas, dan sebagian besar dikritik atas dasar metodologi yang kurang kuat. Dalam studi-studi ini image media telah diubah dari konteks alaminya dimana subjek dihadapkan pada situasi dan kondisi yang tidak mereka hadapi dalam kehidupan normal, termasuk pada konteks game yang dimainkan. Sebagian studi memang menemukan korelasi, tapi bukan hubungan timbal-balik. Dengan kata lain, hasil penelitian hanya didapat dari satu sisi saja! Oleh karena itu istilah ‘hubungan’ digunakan, bukan istilah ‘penyebab’ yang dicantumkan. Gamer yang memiliki sifat dasar agresif memang pada umumnya akan semakin agresif jika memainkan game berbau kekerasan, tapi bukan berarti semua gamer akan menjadi agresif. Kesimpulannya, sampai saat ini belum ada penelitian yang betul-betul menyatakan video game adalah penyebab utama seseorang berkehidupan dan berkepribadian normal menjadi pembunuh berdarah dingin!

 

3. Mitos : Anak-anak merupakan pangsa pasar utama video game

FAKTANYA : Dulu video game memang terkesan kekanak-kanakan, namun hal tersebut tidak lagi berlaku dalam era millennium ini. Pangsa pasar utama game kini telah bergeser pada usia dewasa, dimana jumlah gamer berusia 18 tahun ke atas sudah mencapai 66% dari total konsumen. Game-game pun kini banyak dibuat berdasarkan selera orang dewasa, yang dapat dilihat dari jenis permainan yang ditawarkan. Bahkan tidak sedikit game-game panas yang sengaja dibuat hanya untuk gamer cukup umur. Sayangnya semua game tersebut sering menimbulkan polemik, apalagi bila tidak diikuti dengan sistem rating yang memadai.

 

4. Mitos : Hampir tidak ada perempuan yang memainkan computer game

FAKTANYA : Pada kenyataannya, memang tercatat gamer pria lebih mendominasi daripada gamer wanita, tapi perbedaan jumlahnya tidak signifikan. Apalagi seiring dengan berjalannya jaman, jumlah gamer perempuan meningkat drastis. Bahkan saat ini tercatat jumlah gamer wanita yang bermain web-based game jauh lebih banyak ketimbang gamer pria. Karena game jadi salah satu alat ideal untuk menuntaskan ‘gaptek’, di era pertengahan 1990-an banyak usaha yang mendorong lahirnya desain game yang menarik minat kaum hawa. Salah satunya adalah The Sims yang berhasil menarik minat perempuan, bahkan yang belum pernah menyentuh game sekalipun! Apalagi kini muncul juga karakter wanita yang kuat dan independent dalam game. Hal ini dipercaya dapat menumbuhkan rasa percaya diri para perempuan untuk lebih mandiri dan percaya diri dalanm kehidupan.

5. Mitos : Karena game dapat dipakai melatih prajurit untuk membunuh, maka efek yang sama berlaku pada gamer yang masih muda

FAKTANYA : Seorang psikologis militer bernama David Grossman beragumen bahwa militer bisa memakai game dalam pelatihan agar prajurit lebih berani untuk menembak dan membunuh. Efek ini bisa diadaptasi oleh gamer sehingga mereka bisa menjadi lebih agresif dan brutal dlam kehidupan sehari-hari. Tapi ada banyak celah yang melemahkan argumen Grossman! Pihak militer memakai game sebagai spesifik dari kurikulum yang sudah disusun dengan tujuana yang jelas, dan dalam konteks dimana si pelajar mau secara aktif belajar dan mecari info yang dibutuhkan untuk menjadi prajurit yang baik. Tapi gamer di luar pendidikan militer hanya bermain game untuk kesenangan, refreshing, dan berada pada situasi yang berbeda tentu bakal memiliki tujuan berlainan, serta efek yang berbeda pula ketika memainkan game.

 

6. Mitos : Video game membuat gamer anti-sosial

FAKTANYA : Mitos ini salah besar! Saat ini sekitar 80% game yang beredar di pasaran mengedepankan sisi sosial. Lihat saja jumlah player yang bisa bergabung dalam memainkan sebuah game yang makin banyak. Ada pula penelitian yang menunjukkan 60% gamer lebih suka bermain dengan teman, 35% bermain dengan teman atau saudara, dan 25% bermain dengan pasangan atau orang tua. Game yang dimainkan secara single-player pun bisa pula memicu jalinan sosial, dimana satu orang mengendalikan game dan yang lain memberi komentar atau sekedar menyemarakkan suasana dengan lontaran ekspresi. Gamer yang penyendiri bisa belajar dari sisi sosial kehidupan dari cerita dalam game yang melibatkan karakter dalam berbagai event, yang mungkin bisa mencerminkan konflik antar manusia di dunia nyata. Belum lagi saat ini multiplayer game sudah semakin marak dimana sekian banyak gamer bisa bertemu, bermain, bekerjasama sekaligus bersaing.

 

7. Mitos : Video game membuat gamer terperangkap dalam dunia maya

FAKTANYA : Ada penelitian klasik yang menunjukkan perbedaan maksud ketika seekor primata bergulat atau memukul sesamanya untuk bermain, atau untuk bertarung sungguhan. Dalam situsi tertentu primata sangat menikmati permainan gulat dan saling memukul walau nampaknya sangat kasar. Tapi di saat itu primata tahu sekuat mana mereka dapat menyerang tanpa harus melukai temannya. Hal yang berbeda terjadi ketika mereka bertarung untuk mempertahankan daerah kekuasaan, dimana pertarungan sangat brutal dan dapat menghilangkan nyawa. Penelitian ini juga dapat dijadikan acuan kita yang bermain game. Gamer yang normal ( tidak memiliki kelainan jiwa ) pada dasarnya tahu bagaimana cara membedakan dunia nyata dengan dunia virtual. Permainan dalam dunia virtual membuat kita senang serta dapat mengekspresikan apa yang tidak dapat dilakukan di dunia nyata. Jadi bermain game berbau kekerasan sebetulnya dapat menjadi saluran ekspresi yang positif. Ketika kita puas menghajar orang di dunia virtual, maka seorang gamer tidak perlu memikirkannya lagi ketika menjalani hidup di dunia nyata.

Sony Xperia E & Xperia E Dual : Varian Baru Android Kelas Menengah

Tidak heran jika vendor ponsel semakin sering menelurkan smartphone dengan dua kartu. Konsumen di asia, termasuk Indonesia cenderung menyukai ponsel dengan kemampuan lebih dari satu kartu. Sony menjawab itu semua dengan mengumumkan varian baru keluarga Xperia, yakni Xperia E single SIM dan Xperia E Dual.

Keduanya memiliki spesifikasi yang sama persis seperti OS Android 4.1 Jelly Bean, layar 3.5 inci dengan resolusi 320×480 piksel, dan dengan dapur pacu Qualcomm Snapdragon berkecepatan 1Ghz. Satu-satunya yang membedakan keduanya adalah kemampuan menggunakan dua kartu sekaligus pada Xperia E Dual.

Keduanya diperkirakan akan beredar pada kuartal 1 tahun 2013. Untuk harganya sendiri belum diketahui. Tapi kalau saya boleh menerawang, mungkin sekitar 1,6 juta untuk yang single dan 2 juta untuk yang Dual (semoga saja). Berikut Spesifikasi dan video keduanya.

Spesifikasi SONY Xperia E

Layar: 3.5 inci TFT 262.000 warna 320×480 piksel
Sistem Operasi: Google Android 4.1 (Jelly Bean)
Prosesor: 1 GHz Qualcomm Snapdragon MSM7227A
Kamera: 3.2MP dengan autofocus
Baterai: bicara hingga 6 jam, siaga hingga 530 jam
Dimensi: 113.5×61.8×11.0 mm
Bobot: 115.7 gram

Spesifikasi SONY Xperia E Dual

Layar: 3.5 inci TFT 262.000 warna 320×480 piksel
Sistem Operasi: Google Android 4.0 (Ice Cream Sandwich)
Prosesor: 1 GHz Qualcomm Snapdragon MSM7227A
Kamera: 3.2MP dengan autofocus
Dimensi: 113.5×61.8×11.0 mm
Bobot: 115.7 gram
Baterai: bicara hingga 6 jam, siaga hingga 530 jam

 

[youtube id=”MIcIsTwrlOg” width=”600″ height=”350″]

Artikel Pertama!!

Ini adalah artikel pertama di www.om-gadget.com, sebuah situs yang akan memberikan tutorial trik dan optimalisasi gadget. Disini saya sebagai admin akan membagikan berita terbaru seputar Teknologi dan tentu saja Gadget. OM-GADGET.COM juga akan memberikan review terkait Hardware dan Software walaupun dengan keterbatasan dana yang ada sekarang. Harapannya situs ini kelak bisa menjadi situs yang besar dan menjadi rujukan setiap orang untuk mengetahui lebih dalam tentang Teknologi Gadget.

Saya sendiri bukanlah Dewa atau Pakar Gadget yang mengetahui semua detail-detail Gadget. Tapi hanyalah seseorang yang Geek terhadap Gadget dan tertarik untuk mempelajarinya lebih dalam, dalam, dan lebih dalam lagi. Jadi tujuan utama dibuatnya  OM-GADGET.COM adalah sebagai tempat untuk saling berbagi pengetahuan dan pengalaman, bukan untuk saling menggurui. Akhir kata, ENJOY IT…. 🙂