Review Headset Gaming Sades SA-905 – Terjangkau dengan 7.1 Surround Sound

Demi pengalaman gaming  yang lebih maksimal akhirnya tebelilah Sades SA-905. Rasanya tidak puas saja jika hanya mengandalkan speaker yang volume nya harus diposisikan dibawah sedang bahkan pelan. Maklum saja dirumah saya cukup banyak penghuninya apalagi PC saya berada di ruang tamu. Rasanya hambar dan seperti ada sesuatu yang hilang.

Selain desainnya yang (cukup) mencerminkan sebuah headset gaming, harga merupakan pertimbangan utama yang tidak boleh diganggu gugat. Dibanderol dengan kisaran harga 200 ribuan cukup terjangkau oleh kantong mahasiswa seperti saya. Itupun sebenarnya sempet mikir lama beberapa menit di depan toko sebelum akhirnya dengan tekad bulat saya ambil Headset tersebut. hehe
This All for Best Experience Gaming!!

Spesification :

Loudhailer diameter: 40mm(NdFeB)
Sound effect: 7.1 simulated sound channels
Frequency range: 20~20.000Hz
Sensitivity: 112dB +/- 3 dB at 1 khz
Impedance: 32 Ohm at 1 khz
Max Input power: 30mW
Mic Dimension: 6.0*5.0mm
Mic Frequency Range: 50-10KHz
Mic Sensitivity: -62dB +/- 3 dB
Mic Impedance: ≤2.2KΩ at 1khz
Cable length: Approx.3.0m
Approximate Weight: 340g/ 0.75lbs
Input Plug: USB (USB connection provides power)
Physical production: driver CD
Accessory: SADES brand stickers

 

Kelengkapan :

  • 2x Buku Manual
  • 2x CD Driver
  • 2x Sticker Pack

 

Tampilan :

Dengan bahan yang didominasi plastik membuat saya meperlakukannya dengan sangat hati-hati. Ada perasaan takut kalau-kalau patah. Kan sayang 200 ribu melayang. Headset Sades SA-905 dibalut oleh kombinasi warna merah dan hitam. Ditambah beberapa lampu LED merah membuat tampilannya lumayan berasa Gaming. Dibagian atas ada batalan kecil berwarna merah. Untuk bagian telinganya menutup dengan sempurna sehingga suara dari luar yang masuk sangat minim. Mic berada disebelah kiri dan bisa diturunkan hingga 80 derajat.

Review Headset Gaming Sades SA-905 - Terjangkau dengan 7.1 Surround Sound
Headset nya menutup telinga dengan sempurna. Siapapun yang manggil gak bakal kedengaran deh… 😀
Review Headset Gaming Sades SA-905 - Terjangkau dengan 7.1 Surround Sound
Terdapat lampu LED berwarna merah
Review Headset Gaming Sades SA-905 - Terjangkau dengan 7.1 Surround Sound
Of Course dilengkapi Microphone!
Review Headset Gaming Sades SA-905 - Terjangkau dengan 7.1 Surround Sound
Terdapat 4 buah tombol kontrol
Review Headset Gaming Sades SA-905 - Terjangkau dengan 7.1 Surround Sound
Box penjualan
Review Headset Gaming Sades SA-905 - Terjangkau dengan 7.1 Surround Sound
Kelengkapan paket penjualan

Pengujian :

Pengujiannya akan saya lakukan terhadap game bertemakan perang dan tentu saja horor! Memang dari awal tujuan utama saya membeli Sades SA-905 adalah untuk mendapatkan pengalaman horor yang maksimal. hehe.
Oiya perlu saya sampaikan sebelumnya kalau saya bukanlah ahlinya dalam hal audio. Jadi mungkin review saya tidak akan terlalu mendetail. Tapi paling gak telinga saya masih bisa membedakan yang bagus dan tidak.

Pertama saya akan coba pada game COD: Ghost. Suara yang dihasilkan sangat jelas. Apalagi saat kita berada dalam situasi perang masif. Ledakan dan desingan peluru serasa benar-benar berada didekat kita. Kita juga bisa menebak dimana arah tembakan dengan cukup baik. Detail-detail suara yang biasanya tidak terdengar pun terdengar cukup jelas di Headset ini.

Beralih ke genre Horor yang diwakili oleh Amnesia The Dark Descent. Kegelapan, suara angin yang menderu-deru, hingga suara detak jantung dan napas yang terdengar benar-benar membuat jantung saya ikut terpompa. Detail-detail suara sekecil itu memang sangat pas dinikmati dengan sebuah headset. Atmosfer yang diciptakan benar-benar terasa. Dan apalagi yang lebih menakutkan selain suara-suara tertawa kecil hingga langkah kaki yang perlahan tapi pasti mendekat ditelinga kita.

 

Kesimpulan :

Overall secara keselurahan Headset Gaming Sades SA-905 sudah bisa memenuhi keinginan saya. Baik dalam game perang maupun horor benar-benar menciptakan atmosfer yang terasa nyata. Hanya saja menggunakannya dalam waktu yang lama akan menimbulkan rasa penat disekitar telinga. Oiya untuk mendapatkan sensasi efek 7.1 Surround Sound kita diwajibkan untuk menginstall Driver terlebih dahulu dan mengaktifkannya lewat aplikasi yang sudah disediakan. Terdapat juga berbagai macam efek yang cukup lengkap yang bisa kalian tambahkan.

 Review Headset Gaming Sades SA-905 - Terjangkau dengan 7.1 Surround Sound

Review Headset Gaming Sades SA-905 - Terjangkau dengan 7.1 Surround Sound

Plus (+)

  • Fitur cukup lengkap
  • Sudah mendukung 7.1 Surround Sound
  • Harga murah
  • Tampilan gaming
  • Ukuran pas ditelinga

Minus (-)

  • Bahan didominasi plastik
  • Penggunaan yang lama akan bikin telinga penat
  • Tidak ada opsi penggunaan jack 3.5 mm

Demikianlah review saya terhadap Headset Gaming Sades SA-905. Apakah ada yang tidak sependapat dengan saya? Silahkan share di comment ya…

Review Sony Xperia M – Performa Mengesankan di Kelasnya

Setelah sebelumnya setia menggunakan Lenovo P700i yang cukup bulky untuk tangan saya yang memang tidak terlalu besar, akhirnya saya memutuskan untuk selingkuh ke HH lain yang lebih ramping. Setelah googling dan buka-buka web review Handphone entah dari mana ketemu berita tentang akan rilisnya smartphone terbaru Sony yaitu Xperia M.

Waktu membaca bocoran spesifikasinya saya cukup pesimis harganya akan dibanderol dibawah 3 juta rupiah. Setelah HH tersebut sudah dirilis dan… waw! 2,5 juta rupiah dengan performa yang setara dengan Xperia L yang dibanderol 3 jutaan! Apalagi dengan bodinya yang tipis dan berkelas khas Sony membuat saya jatuh cinta seketika.

Hari-hari perjuangan mendapatkan uang tambahanpun dimulai. Hingga akhirnya di suatu hari yang mendung, hujan, dan (hampir) terjadi badai akhirnya saya berhasil membawa pulang Sony Xperia M dengan keadaan basah kuyup. Sesampainya dirumah langsung saja saya nyalakan si XM. Berikut saya akan mencoba melakukan review pada XM ini walaupun sebenarnya ya~ agak terlambat sih. Soalnya saya pegang ini HH sudah hampir 1 bulan, dengan kedaan sekarang memori sudan penuh dijejali aplikasi dan game. Bahkan sudah di root. Hehee Laughing
Tapi lebih baik terlambat daripada tidak sama sekali kan. Aduh jadi kepanjangan curhatnya, langsung aja disimak review nya. Wink

 

Desain

Dengan dimensi 124 x 62 x 9.3 mm dan berat 115 gram membuatnya sangat pas digenggaman. Kompak, ringan, tidak terlalu besar, juga tidak terlalu kecil. Pada bagian kanan terdapat tombol Power, Volume, dan shutter kamera yang sekarang sangat jarang kita temukan. Pada bagian atas terdapat port audio 3.5mm. Sedangkan port micro USB untuk keperluan charger maupun transfer data diletakkan disebelah kiri.

4.jpg
Kanan
5.jpg
Kiri
6.jpg
Atas
7.jpg
Bawah

Konsep desain Omni-Balance yang sebelumnya diterapkan pada Sony Xperia J dan Xperia L kembali hadir pada Xperia M ini. Tipis, dengan bagian tengah yang melengkung kedalam membuatnya terasa nyaman digenggam. Jika dilihat sekilas sepertinya Xperia M mengusung konsep unibody. Bagi kalian yang belum pernah melihat full backcover seperti ini yang mana backcover nya menutup rapat hingga kesisi-sisi nya mungkin akan kebingungan bagaimana cara membukanya.

2.jpg

3.jpg

9.jpg

10.jpg

1.jpg

Saya pun sempat dibuat kebingungan bagaimana membukanya saat pertama kali memegang hingga akhirnya mas-mas penjaga tokonya memperlihatkan caranya. Setelah mencoba sendiripun ternyata masih terasa sangat sulit. Setelah dilihat secara seksama dan melakukan berbagai trial and error ternyata dapat juga bagaimana trik membukanya. Cukup tekan dan tahan bagian kanan bawah di backcovernya kemudian tinggal tarik deh pakai kuku pada bagian port USB. Oiya dibagian bawah layar terdapat Led notification yang disebut illumination yang akan bercahaya saat ada panggilan masuk maupun sms. Led ini juga akan bercahaya saat kita memutar musik maupun membuka gambar dengan warna sesuai warna dominan pada gambar tersebut.

12.jpg
Illumination
13.jpg
Look this slim

 

Display

Layar sentuh kapasitif XM menggunakan jenis TFT LCD berukuran 4 inci dengan resolusi 480 x 854 piksel, 16 juta warna, dan dengan kerapatan hingga 245 ppi. Dengan jeroan seperti itu sudah pasti layarnya akan terlihat jernih dan tajam walaupun tidak dilengkapi Bravia Engine. Tapi tentu saja jenis TFT ini masih kalah dengan jenis layar IPS maupun AMOLED. Sayangnya bagian bawah layar akan sedikit terpotong karena kehadiran 3 tombol virtual Home, Back, dan Recent Apps. Input sentuhannya pun sangat responsif.

Namun saya menemukan sedikit kejanggalan pada layar XM saya pada saat membuka foto dan memutar video. Terutama saat menampilkan warna-warna putih kulit, dimana warna putih tersebut akan terlihat sedikit kebiru-biruan atau biasa disebut bluish. Memang tidak mengganggu tapi hal ini sedikit mengurangi kenikmatan saya menonton video.

 

OS dan UI

OS Xperia M dilengkapi dengan Android versi teranyar yaitu 4.1 dan dibalut dengan User Interface khas Sony yang menarik dan kaya animasi. Lockscreen nya terlihat sederhana namun sangat menarik melihat transisi saat membukanya. Secara deafult akan tersaji 5 home screen yang dapat ditambah sesuka hati. Diantara berbagai aplikasi bawaan yang dibenamkan Sony Music merupakan yang paling menarik. Dengan aplikasi ini kita bisa mendengarkan secara streaming maupun mengunduh lagu lokal yang diinginkan. Dan legal tentunya.

11.jpg

33.jpg

44.jpg

66.jpg

77.jpg

 

Hardware dan Benchmark

Performa Xperia M ditopang oleh CPU teranyar besutan Qualcomm yaitu Snapdragon S4 Plus MSM8227Chipset, 1Ghz Dual-Core Krait. Dibantu dengan GPU Adreno 305 dan RAM 1GB bisa dipastikan tidak akan terjadi kendala lag berpindah-pindah dari satu aplikasi ke palikasi lainnya.

Untuk game? Semua game HD yang ada saat ini sanggup dilibas! Beberapa yang sudah saya coba Asphalt 5, Modern Combat 4, dan Gangstar Vegas. Memang untuk mendapatkan framerate yang nyaman kualitas harus sedikit diturunkan ke level medium. Sedangkan untuk keperluan memutar video XM sanggup menjalankan video hingga resolusi HD 720p tanpa kompromi.

4.jpg
Maksimal 5 sentuhan sekaligus

Memori internal merupakan salah satu yang terkena pemotongan untuk menurunkan harga jual dimana hanya diberikan 4GB dan 2GB sudah dipakai oleh sistem, sehingga user hanya mendapatkan sisa 2GB untuk keperluan install aplikasi maupun menyimpan data. Tapi untunglah masih tersedia slot microsd yang bisa ditambahkan hingga 32GB.

Baterai XM tergolong punya kapasitas yang cukup besar yaitu 1.750mAh. Dengan kapasitas tersebut sudah cukup menemani saya seharian dengan asumsi pemakaian normal. Jika memanfaatkan fitur Stamina Mode baterai XM secara signifikan bisa bertahan lebih lama lagi.

Dari beberapa uji Benchmark XM terlihat begitu diatas angin dibandingkan kompetitor yang berada di level harga serupa.

1.jpg
Test Antutu Benchmark
2.jpg
Test Quadrant Standart Benchmark
3.jpg
Test Nenamark 2

 

Konektifitas

Walaupun dibanderol murah siapa sangka Sony memberikan pilihan konektifitas yang berlimpah layaknya Smartphone High-end. Sebut saja NFC, Wifi direct, Bluetooth v4.0, dan micro usb untuk keperluan bertukar data. Untuk kebutuhan akses internetnya sendiri tersedia dari Wifi 802.11 a/b/g/n, EDGE, 3G, HSDPA, hingga HSDPA+ pun ada.

Yang menarik adalah kehadiran fitur NFC pada XM ini dimana biasanya hanya terdapat pada perangkat-perangkat High-End. Dengan NFC sebenarnya berkirim data akan terasa mudah karena cukup dengan menempelkan antar perangkat yang juga mendukung NFC. Namun pada penerapannya saya cukup kesulitan untuk mengirim file sekaligus banyak. Mungkin karena belum terbiasa saja.

 

Kamera

1.jpg

XM membawa banyak fitur pada kamera beresolusi 5MP nya. Beberapa diantaranya adalah autofocus, LED flash, Geo-tagging, touch focus, image stabilization, HDR, dan panorama. Kualitas yang dihasilkan pada kondisi outdoor cukup memuaskan untuk dikelasnya. Hanya saja untuk mengambil fokus cukup susah menurut saya. Pada kondisi indoor memang kamera XM tidak bisa berbicara banyak, cukup banyak noise dan akan terlihat patah-patah.

4.jpg
Outdoor
3.jpg
Outdoor
5.jpg
HDR off
6.jpg
HDR on
7.jpg
Indoor; no Flash
2.jpg
Indoor; with Flash

Beralih kesisi perekaman video kamera XM mampu merekam hingga resolusi HD 720p dengan framerate 30 fps. Kita juga bisa mengambil gambar pada saat merekam walaupun kualitasnya hanya 1MP.

 

Kesimpulan

Menilik dari harganya rasanya cukup pantas mengatakan Sony Xperia M merupakan yang terbaik dikelasnya dari segi performa dan kelengkapan fitur. Apalagi Sony tetap mempertahank desain omni-balance yang terkesan unik, tipis, dan elegan. Xperia M merupakan pilihan terbaik bagi kalian yang menginginkan HH branded yang mengutamakan performa dan desain yang menarik. Walaupun begitu XM memiliki kelemahan dari segi kamera dan memori internal yang kecil. Tapi menurut saya kelemahan itu bukan masalah besar karena kita akan mendapatkan performa yang mantap.

Plus (+)

  • Layar tajam dan jernih
  • Performa yang mengesankan dikelasnya
  • Konektifitas lengkap
  • Jelly Bean
  • Desain elegan dan menarik
  • Harga relatif murah
  • Baterai cukup awet

Minus (-)

  • Layar bluish
  • Memori internal kecil
  • Kamera sulit menangkap fokus

Untuk spesifikasi lengkapnya bisa kalian lihat di GSMARENA

Nokia 108, Murah Meriah dengan Kamera

Nokia masih giat berkecimpung di pasar ponsel low end. Vendor asal Finlandia yang baru saja diakuisisi Microsoft itu merilis Nokia 108.

Nokia 108 adalah ponsel sederhana yang tujuan utamanya untuk menelepon dan SMS saja. Namun Nokia membekalinya dengan beberapa fitur agar tak terlalu membosankan.

Handset ini memiliki layar warna dengan luas 1,8 inch ini dan hadir dalam varian dual SIM. Fitur lainnya adalah kamera yang sayangnya hanya VGA 0,3 megapixel sehingga kurang handal.

Sebagai hiburan, disediakan pemutar musik MP3 dan kapasitas penyimpanan sampai 32GB dengan microSD.

Handset berwarna warni itu rencananya akan dipasarkan di kuartal IV 2013. Harganya hanya di kisaran USD 29 atau sekitar Rp 300 ribuan.

Sangat murah untuk HP sekelas Nokia kan sobat sekalian.

sumber : detikinet