Satu Lagi Search Engine Baru, Khusus Dewasa (18+)

Disini OM GADGET hanya berbagi informasi saja tentang kehadiran search engine atau mesin pencari┬ábaru yang unik. Entah nantinya digunakan untuk apa informasi ini terserah pada masing-masing pembaca. Jika kalian bahkan tidak paham kemana arahnya pembahasan ini dari judul diatas silahkan langsung tutup postingan ini. Selamatkan jiwa kalian yang masih suci nak. ­čśÇ

Bagi kalian yang sering menggunakan Google mungkin akan mengalami sedikit kesulitan untuk mencari situs… ehem, dewasa, bisa menggunakan mesin pencari ini sebagai alternatif. Mesin pencari ini dinamakan Boodigo.com dan merupakan buatan mantan karyawan Google dan produser film porno Colin Rowntree.

Colin menjanjikan mesin pencari buatannya tidak akan mengarahkan para penggunanya ke website-website porno bervirus dan bajakan. Katanya lagi Boodigo juga tidak akan melacak data-data pengguna misalnya saja menggunakan cookie ataupun program user tracking lainnya.

Selain keunikannya sebagai mesin pencari yang khusus mencari konten dewasa, BoodiGo juga mengedepankan keunggulan fitur pencariannya yang diberi nama “straight to the point”. Dengan fitur ini pencarian yang dihasilkan oleh BoodiGo akan lebih spesifik.

Contohnya seperti ini, apabila kalian melakukan pencarian di Google dengan kata kunci “fun” maka yang keluar adalah grup band, trailer film, dan lainnya. Sedangkan apabila kalian melakukan pencarian melalui BoodiGo dengan kata kunci “fun” maka akan menghasilkan… yah, seperti yang bisa kalian lihat pada gambar dibawah ini.

Satu Lagi Search Engine Baru, Khusus Dewasa (18+)

Satu Lagi Search Engine Baru, Khusus Dewasa (18+)

OM GADGET sendiri sebenarnya tidak terlalu tertarik dengan hal seperti itu. Tapi… ehem, demi kepentingan artikel ini OM GADGET jadi harus membukanya juga untuk membuktikan keabsahannya (dan dengan sedikit rasa penasaran). ­čśÇ

Sekali lagi OM GADGET tidak bertanggung jawab atas penyalahgunaan informasi ini. Walaupun mungkin sejak awal kelahirannya sudah salah (bagi sebagian orang) dan menimbulkan pro-kontra. Walaupun Boodigo.com masih bisa diakses secara bebas tapi hasil pencariannya mungkin ada beberapa yang terkena internet positif.

Compare Android vs iOS dalam Gaming

Penggunaan handphone sekarang sudah tidak terbatas hanya pada telepon dan sms saja, tapi lebih mengarah ke hiburan. Diawali kemunculan iOS yang memperkenalkan perangkat full touch screen dan ketersediaan aplikasi dan games pihak ketiga yang berlimpah, hingga diikuti kemunculan Android yang menginvasi seluruh seluruh segmen harga dengan keragaman perangkatnya.

Popularitasnya keduanya (Android dan iOS) yang semakin menjulang akhirnya melahirkan 2 kubu, yang apabila bertemu (biasanya) akan saling menghujat. Biasa saya temui di forum-forum maupun media sosial.

Kalian bisa baca mengenai sepak terjang Android dari awal hingga sekarang yang dikemas menarik dalam bentuk komik pada postingan berikut ini.

Melihat spesifikasi hardware smartphone yang semakin ‘sangar’ lantas menjadikannya sebagai media hiburan, terutama gaming, yang semakin hari mulai mendekati grafis konsol. Nah untuk itu disini saya sampaikan kelebihan dan kekurangan Android dan iOS dalam hal gaming. Ingat! Hanya poin yang berhubungan dengan kebutuhan bermain game.

 

1. Harga Perangkat

+1 Android

Poin ini biasanya yang sangat penting saat kita memutuskan membeli sebuah smartphone. Tidak mungkin kita membeli smartphone yang terlampau jauh dari budget dan pendapatan kita. Untuk hal ini sudah pasti dimenangkan oleh Android. Android tersedia mulai dari harga dibawah 1 juta hingga yang berharga lebih dari 8 juta. Bahkan smartphone Android yang di banderol dibawah 1 juta, meskipun mengusung spesifikasi yang lebih rendah, masih sanggup memainkan game-game casual ringan dengan grafis 2D.

Sedangkan iOS? Jangan berharap Apple akan mengeluarkan perangkat iPhone dibawah 2 juta. iPhone 4S keluaran lama dengan memori 8GB pun masih dibanderol diatas 3 juta rupiah.

 

2. Harga Game

+1 Android
+1 iOS

Tidak kalah pentingnya, harga game juga menentukan apakah game tersebut akan kalian install atau tidak pada perangkat yang sudah mahal-mahal kalian beli. Jika dilihat sekilas pada poin ini sepertinya Android lebih unggul. Dimana game yang ada pada Play Store sebagian besar gratis. Berbanding terbalik dengan yang terdapat pada App Store dimana hampir semuanya berupa game berbayar.

Tapi jika diamati lebih detil lagi sebenarnya poin ini berimbang atau bisa dikatakan beda-beda tipis aja. Karena biasanya game-game di Android tidak murni gratis melainkan menganut sistem freemium, dimana biasanya didalamnya terdapat item-item yang hanya bisa dibeli menggunakan mata uang sungguhan. Selain itu biasanya juga disisipi iklan didalam permainannya. Tapi saya secara pribadi tidak keberatan melihat beberapa iklan kecil seperti pada game Angry Birds versi Android ketimbang harus mengeluarkan uang.

 

3. Ketersediaan Game

+1 iOS

Hingga kini jumlah game yang tersedia di App Store masih lebih banyak ketimbang di Google Play. Banyak judul game yang hanya tersedia secara ekslusif di App Store untuk iOS. Bahkan sekalipun game tersebut tersedia di kedua platform biasanya akan lebih dulu rilis di iOS, baru beberapa minggu (mungkin juga beberapa bulan) setelah itu dirilis di Android.

Tapi kalian tidak perlu khawatir. Walaupun dalam hitung-hitungan angka game di Google Play masih kalah dari App Store, pada kenyataannya kalian tidak akan terlalu merasakan perbedaan ini. Karena game-game yang ada di Google Play sendiri sudah sangat banyak dan juga berkualitas.

 

4. Kompetibilitas

+1 iOS

Apa saja model iOS yang dirilis Apple? Saya yakin kalian bisa menyebutkan semuanya setidaknya 80% dari generasi iOS awal hingga sekarang iOS terbaru. iOS adalah sistem operasi tertutup, yang artinya tidak bisa digunakan sembarang orang, yang artinya lagi hanya bisa digunakan pada perangkat keluaran Apple. Contohnya saja iPod Touch, iPhone, hingga iPad. Apple juga tidak banyak mengeluarkan berbagai macam variasi sekaligus setiap tahunnya. Hal ini membuat para developer dengan mudah membuat game yang cocok untuk semua perangkat iOS karena modelnya tidak terlalu banyak.

Bagaimana dengan Android? Tidak usah ditanya lagi. Kita semua tahu Android didukung banyak vendor dan berada disemua segmen harga yang mengakibatkan spesifikasi tiap ponsel yang sangat, sangat, beragam adanya. Sudah pasti ini menjadi kesulitan tersendiri bagi developer untuk membuat game yang cocok disemua perangkat. Karena tidak mungkin bagi developer untuk menguji game buatannya pada semua perangkat android yang ada.

 

5. Dukungan Update OS

+1 iOS

OS yang selalu di update dan semakin baru tentu menawarkan kinerja yang lebih baik. Tidak terkecuali dalam hal performa game.

Untuk hal ini saya akui Apple memang benar-benar memberikan pelayanan terbaik. Tidak hanya untuk perangkat baru, bahkan perangkat yang dirilis 3 tahun sebelumnya pun masih mendapatkan dukungan update OS dari Apple.

Berbeda dengan Android, Google menyerahkan sepenuhnya keputusan memberikan update pada vendor yang bersangkutan (kecuali seri Nexus). Tidak jarang hal ini menyebabkan perangkat yang berumur lebih dari 1 tahun tidak mendapat update OS terbaru lagi. Walaupun dapat biasanya itu hanya untuk perangkat high-end yang berharga mahal.

 

Kesimpulan

Jika kalian lihat dari 5 poin diatas sudah bisa disimpulkan mana yang lebih unggul dalam hal gaming. Yup, iOS banyak menawarkan pengalaman gaming yang lebih maksimal. Dan sayangnya hal ini juga diikuti dengan banyaknya uang yang harus kalian keluarkan dari membeli perangkatnya hingga game-game nya. Walaupun itu memang cukup sepadan dengan yang akan kalian dapatkan.

Disisi lain Android menang telak jika membicarakan masalah harga. Dan memang poin ini lah yang membuat Android merajai penggunaan smartphone diseluruh dunia.

Pendapat saya? Saya pribadi akan lebih memilih Android. Karena memang itulah yang sesuai dengan kemampuan saya sekarang. Jika kelak ada dana berlebih mungkin saya juga akan mebeli iOS.

Bagaimana dengan kalian? Pilih Android atau iOS untuk gaming? Atau ada poin yang kurang? comment dibawah ya.

Peringkat GPU Android Tahun 2014

GPU adalah salah satu bagian terpenting pada sebuah smartphone yang berguna untuk memproses gambar baik 2D maupun 3D. Seperti halnya CPU, GPU juga memilik urutan peringkat berdasarkan kemampuannya yang bahkan lebih sulit untuk diketahui mana yang berkemampuan ‘dewa’ dan mana yang berkemampuan ‘cupu’.

Untuk itu bagi agan-agan yang suka main game di smartphone ada baiknya memperhatikan GPU yang digunakan sebelum memutuskan membeli smartphone tersebut. Sebelumnya OM GADGET sudah pernah menjelaskan sedikit mengenai GPU pada postingan Tentang GPU pada Android. Kali ini OM GADGET ingin memperlihatkan rangking GPU pada tahun 2014 ini berdasarkan performanya. Semakin keatas semakin superior kemampuannya.

 

  1. Qualcomm Adreno 420
  2. Qualcomm Adreno 330
  3. PowerVR G6430
  4. ARM Mali-T628
  5. PowerVR GSX 544 MP4
  6. ARM Mali-T604
  7. NVIDIA GeForce Tegra 4
  8. PowerVR SGX543 MP4
  9. Qualcomm Adreno 320
  10. PowerVR SGX543 MP2
  11. PowerVR SGX545
  12. PowerVR SGX544
  13. Qualcomm Adreno 305
  14. Qualcomm Adreno 225
  15. ARM Mali-400 MP4
  16. NVIDIA GeForce ULP (Tegra 3)
  17. Broadcom VideoCore IV
  18. Qualcomm Adreno 220
  19. ARM Mali-400 MP2
  20. NVIDIA GeForce ULP (Tegra 2)
  21. PowerVR GSX540
  22. Qualcomm Adreno 205
  23. Qualcomm Adreno 203
  24. PowerVR 531
  25. Qualcomm Adreno 200

 

source : http://s-smartphone.com/cell-phones/other/ranking-the-best-gpu-for-smartphonestablet/

Ada Game di Youtube Gan!

Apa yang kalian lakukan saat membuka situs Youtube? Tentunya melihat-lihat video kan. Tapi tahu gak kalau di Youtube sebenarnya juga bisa main game? Game-nya sendiri baru ada satu dan berjudul Blades Of Calibur.

Tapi jangan mengharapkan game dengan kualitas grafik dewa semacam Battlefield ya. Karena game ini memang hanya berbasiskan Flash (atau mungkin sudah HTML5). Yang penasaran coba saja langsung berkunjung kesini. Dibawah ini screenshot saat OM GADGET coba memainkannya.

 Baca juga cara gampang download video Youtube pada postingan berikut ini.

 

OLX.co.id itu Tokobagus?

OM GADGET sedikit terkejut saat membaca disalah satu artikel media online bahwa tokobagus.com telah berganti nama menjadi olx.co.id. Walaupun yang berubah hanya logo dan namanya, sebagai pengguna yang cukup sering menggunakan layanan tokobagus OM GADET cukup kecewa mendengar kenyataan ini.

Alasannya antara lain disamping brand Tokobagus yang sudah melekat kuat sebagai situs marketplace terbesar di Indonesia, pengucapan dari OLX sendiri rasanya cukup sulit dan ribet. Coba perhatikan contoh percakapan dibawah ini.

Si X : “bro, gue bingung nih mau jual hp”

Si ┬áOm : “coba lu jual di OLX.co.id bro, biasanya disitu lakunya cepet”

Si X : “oh, di Counter XL ya. Oke thanks bro”

Si Om : “……..”

atau ini

Si X : “bro, gue bingung nih mau jual hp”

Si Om : “coba lu jual di O.L.X. bro, biasanya disitu lakunya cepet”

Si X : “apaan tuh? oiya, kata si Anu hp nya laku gak nyampe sehari lo di tokobagus”

Si Om : “………”

Jadi agak aneh rasanya nyebutinnya. Tapi mungkin juga ini cuma faktor kebiasaan aja. Pertama kali melihat sekilas OM GADGET kira olx.co.id ini situs baru dari penyedia layanan telekomunikasi XL. Selain itu nama OLX sepertinya terkesan asing ditelinga, maksudnya tidak berasa Indonesia.

Berikut sedikit cuplikan kronologi alasan dibalik pergantian nama Tokobagus menjadi OLX.co.id yang OM GADGET kutip dari begawei.com.

OLX merupakan merk e-commerce global. OLX saat ini dimiliki oleh Naspers sebagai investor dengan saham terbesar dengan okongan dana sekitar $40 juta. Nasper sendiri mengatakan sejak awal bergabung dengan OLX akan melakukan langkah akuisisi beberapa situs jual beli yang terdapat di dalamnya. Naspers melalui OLX masuk ke Indonesia pada tahun 2010 dan menjadi investor yang mendukung sukses Tokobagus.

Setelah Tokobagus kini sukses sebagai marketplace terbesar di Indonesia, Naspers diduga kuat mengakuisisi Tokobagus untuk menguatkan brand OLX.co.id. Dengan pergantian nama menjadi OLX.co.id tentu saja brand Tokobagus lama kelamaan akan pudar dan digantikan oleh OLX.co.id. Langkah pergantian ini juga dsebut seut sebagai langkah awal utnuk menguangkan Tokobagus, baik dengan iklan maupun metode lain. Seperti kita ketahui, dengan biaya iklan di media elektronik yang sangat besar tokobagus selama ini belum optimal untuk menjaring keuntungan.

Yup, sepertinya ini lagi-lagi masalah uang. Semoga saja situs lain kebanggan kita seperti KASKUS misalnya tidak ikut-ikutan berubah nama. Nah bagaimana dengan kalian sob? Apakah juga kecewa dengan pergantian nama tokobagus ini? atau ada yang punya pandangan lain? yuk di komen.

Mari Membahas Oculus Rift – Virtual Reallity Gaming Masa Depan

Halo sobat OM GADGET sekalian. Lupakan sejenak oprak-oprek Android dan antek-anteknya. Kali ini saya mau sedikit membahas Oculus Rift. Bagi yang belum tau, Oculus Rift adalah sebuat perangkat berbentuk seperti Google (kacamata selam) yang dapat memproyeksikan tampilan monitor langsung dihadapan mata kita. Tujuan utamanya adalah untuk menciptakan atmosfer gaming yang lebih reallity.

Apakah kalian pernah menonton anime SAO (Sword Art Online)? Dimana kita akan dibawa masuk kedalam dunia game seakan tinggal dan hidup disana. Oculus Rift akan membawa kita selangkah menuju mimpi itu. Untuk permulaan silahkan kalian lihat penampakan gambar Oculus Rift berikut ini.

Upps, tentu sulit ya kalau bermain game menggunakan Oculus Rift dengan controller berupa mouse dan keyboard (kecuali insting kalian sudah cukup tajam untuk mengenali setiap fungsi keyboard) seperti pada gambar laki-laki diatas. Paling gampang sih ya pakai contreoller berupa joystick sih. Semua gamer pasti hapal letak dan fungsi setiap tombol pada joystick ini. Atau jika ingin terasa lebih real kalian bisa menambahkan perangkat lainnya seperti Cyberith Virtualizer dan Wiimote seperti yang terlihat pada gambar dan video dibawah ini.

Asik yah kayaknya. Tapi emang rada ribet alat tambahannya seperti video diatas itu. Oculus Rift ternyata sudah ada yang menjual di Kaskus loh sob. Harga yang di banderol oleh seller nya total 4,5 juta rupiah. Menurutnya harga resminya 360USD atau sekitar 4jutaan rupiah. Itu harga hanya sepaket Oculus Rift nya aja loh. Jika kalian ingin Cyberith Virtualizer dan Wiimote kalian masih harus merogoh kocek lebih dalam lagi.

Mahal ya sob? Itu sih tergantung pendapat masing-masing. Tapi bagi saya harga segitu tergolong cukup mahal untuk sebuah perangkat yang hanya menampilkan gambar. Idealnya kalau menurut saya sih harganya berkisar di 100USD atau 1-1,5 jutaan rupiah. Kalau harganya 360USD saya rasa orang (apalagi orang Indonesia) akan berpikir dua kali untuk membawa Oculus Rift kerumah.

Yah semoga saja Oculus Rift bisa menjadi perangkat mainstream yang bisa dinikmati semua khalayak umum, tidak hanya kalangan atas atau kaum berduit tebal.

Sebagai penutup silahkan nikmati lucunya video Pewdiepie dan Markiplier dibawah ini dalam mencoba Oculus Rift. Tentunya dengan game horror!