Review Game Duel Otak – Serunya Berduel dengan Teman

Review Game Duel Otak - Serunya Berduel dengan Teman

Ini nih gan game yang sedang booming akhir-akhir ini, Duel Otak. Screenshot-screenshot nya sering bertebaran di timeline sosial media seperti Facebook, Twitter, maupun Path. Pastinya ini bikin orang penasaran mengenai game ini begitupun juga dengan Om Gadget.

Sekilas jika dilihat dari judulnya mungkin kebanyakan orang akan mengira ini adalah game buatan orang Indonesia. Sayangnya sih bukan gan, game ini merupakan buatan developer asal Swedia yang bernama FEO Media. Mereka sukses membuat game Duel Otak ini menjadi game terpopuler no.1 di Play Store untuk kategori Top Paid dan Top Free yang bahkan berhasil melengserkan posisi Clash of Clans.

Game ini sendiri menawarkan cara bermain yang sederhana. Kita akan disuguhkan berbagai macam pertanyaan dan pilihan jawaban dengan berbagai kategori yang bisa dipilih. Permainan akan berlangsung selama 6 ronde dimana tiap ronde berisi 3 pertanyaan. Jika kalian tahu Who Want’s to be Millioner berarti kalian lumayan tua maka cara main game ini hampir seperti itu.

Game Multiplayer Online

Nah disini nih menariknya gan. Game Duel Otak ini adalah sebuah game multiplayer online. Jadi untuk bisa bermain kita harus mencari lawan yang nyata, tidak bisa melawan bot atau komputer. Untuk mencari lawan bisa melalui teman di Facebook atau ditentukan oleh sistem secara random. Yang paling menarik tentu saja saat kita melawan teman sendiri. Ada rasa kepuasan tersendiri saat berhasil mengalahkan teman dan memamerkan screenshot skor akhirnya ke sosial media.

Ada perasaan tegang juga saat mendekati akhir permainan jika selisih skor yang ada sangat tipis. Ada perasaan takut yang muncul karena salah satu kali menjawab saja akan membuat kita kalah. Apalagi jika kategori pertanyaan yang muncul bukan merupakan kategori yang kita kuasai. Om Gadget sendiri hanya menguasai kategori Teknologi, Komik dan Video Game. Jika diluar itu ya untung-untungan deh jawabannya. hehee.

Review Game Duel Otak - Serunya Berduel dengan Teman Review Game Duel Otak - Serunya Berduel dengan Teman Review Game Duel Otak - Serunya Berduel dengan Teman

Mode Klasik VS Mode Taktis

Mode Klasik adalah mode standar dimana kita tinggal menjawab pertanyaan sebelum waktu yang ditentukan habis. Sedangkan pada Mode Taktis sedikit spesial. Pada mode ini kita akan diberikan berbagai macam pilihan bantuan. Adapun pilihan bantuan yang diberikan ada tiga macam yaitu (1) menghilangkan 2 jawaban yang salah, (2) melihat jawaban dari pemain lain, dan (3) bisa memilih 2 jawaban sekaligus.

Ketiga pilihan bantuan tersebut bisa digunakan secara gratis untuk pertamakalinya disetiap pertandingan. Tapi kalian masih bisa menggunakannya untuk kedua kali dan seterusnya dengan menggunakan bayaran poin. Untuk mendapatkan poin ini sendiri adalah dengan cara memenangkan setiap pertandingan yang kalian mainkan.

Review Game Duel Otak - Serunya Berduel dengan Teman
Menghilangkan 2 jawaban yang salah
Review Game Duel Otak - Serunya Berduel dengan Teman
Hati-hati, yang paling banyak dipilih biasanya malah salah…
Review Game Duel Otak - Serunya Berduel dengan Teman
Bisa milih 2 jawaban sekligus tapi tetap aja salah…

Pertanyaan ‘Kampret’

Hahaa iya, kalian gak salah baca. Bagi Om Gadget beberapa pertanyaan yang keluar sangat kampret susahnya. Rasanya tidak bisa dijawab kalau tidak buka Google dulu. Tapi hebatnya ada teman Om Gadget yang hampir selalu benar menjawab pertanyaan super susah itu loh.
Tangan satunya pasti pegang HP lain buat googling!
Becanda, mungkin emang pengetahuan Om Gadget yang kurang luas.

Kesimpulan

Seperti yang sudah Om Gadget katakan diawal tulisan game Duel Otak ini mirip dengan game Who Want’s To Be a Millioner yang disajikan dengan cara yang berbeda dan lebih modern. Letak keseruan utama game ini terletak pada fitur multiplayer online nya dimana kita bisa menantang teman kita untuk berduel, beradu siapa yang memiliki pengetahuan lebih luas. Tampilannya memeang berkesan sederhana tapi bobot pertanyaannya benar-benar expert dan membutuhkan pengetahuan lebih untuk dijawab.

Walaupun game ini menyediakan Mode Taktis yang mana seharusnya bisa lebih seru, tapi Om Gadget pribadi lebih menyukai Mode Klasik karena rasanya pada mode ini lebih adil dimana masing-masing pemain akan memberikan jawaban murni pada setiap pertanyaan, bukan karena dibantu pilihan bantuan.

Overall game ini sangat menarik untuk dimainkan bersama-sama dengan teman untuk mengusir bosan. Tapi hati-hati kalau kalah terus dengan selisih skor yang jauh bisa bikin minder. Hehee.
Ada yang mau natangin Om Gadget? Search aja “heru0502”. Share screenshot skor kalian dikolom komentar ya.

Download game Duel Otak via Play Store

(+) Tampilan menarik dan mudah dimengerti
(+) Pertanyaan yang sangat menantang
(+) Bisa duel dengan teman (multiplayer online)
(+) Pertanyaan yang menantang untuk mereka yang suka tantangan

(-) Cukup sering muncul iklan walaupun belum sampai pada taraf “mengganggu”
(-) Mode Taktis terasa biasa saja
(-) Pertanyaan yang cukup sulit jika tidak memilik pengetahuan yang benar-benar luas

Review: Xiaomi Redmi Note 2 – Spesifikasi Yang Melebihi Ekspetasi

Review Xiaomi Redmi Note 2! Akhirnya ada waktu buat nulis review smartphone yang satu ini. Harga dan spesifikasi yang ditawarkannya benar-benar bikin ngiler gan. Smartphone ini sudah sekitar 1 bulan saya pakai dan alhamdulilah sudah 5 kali kebanting. Sumpah ini nyesek banget ngelihat HP baru beli kebanting.

Seperti yang sudah kalian tahu Xiaomi Redmi Note 2 ini belum beredar secara resmi di Indonesia. Jadi yang beredar di Indonesia saat ini adalah garansi distributor. Dari pantauan Om Gadget di Tokopedia sekarang harganya berkisar antara 2 – 2.1 juta.

Oiya sekarang sudah tersedia juga yang Xiaomi Redmi Note 2 Prime dengan harga 2.7 – 3 juta. Hemm lumayan jauh juga ya selisihnya. Adapaun perbedaannya hanya pada memori internal yang mencapai 32GB untuk versi Prime tersebut. Apakah worth membeli yang versi Prime dengan selisih harga hingga 600 ribu itu? Bagi Om Gadget pribadi versi paling rendah sudah sangat mencukupi kebutuhan. Sisanya kalau kurang puas ya tinggal dioprek. hehee

Xiaomi sendiri menyediakan tiga versi untuk Redmi Note 2 ini. Sedangkan yang Om Gadget beli ini adalah versi paling rendah dengan spesifikasi TDD-LTE+TD-CDMA, Octa-core 2.0Ghz, dan 16GB flash. Perbedaan ketiganya bisa kalian lihat pada gambar berikut ini.

redmi_note2_001

Sebelum melanjutkan membaca review ini kalian bisa menonton terlebih dahulu video unboxing yang Om Gadget buat beberapa waktu lalu pada artikel [Video] Unboxing Xiaomi Redmi Note 2 New Helio X10. Sudah ditonton? Oke kalau begitu langsung saja dinikmati Review Xiaomi Redmi Note 2 nya dibawah ini.

Desain

Review: Xiaomi Redmi Note 2 - Spesifikasi Yang Melebihi Ekspetasi

Review: Xiaomi Redmi Note 2 - Spesifikasi Yang Melebihi Ekspetasi

Review: Xiaomi Redmi Note 2 - Spesifikasi Yang Melebihi Ekspetasi

Review: Xiaomi Redmi Note 2 - Spesifikasi Yang Melebihi Ekspetasi

Review: Xiaomi Redmi Note 2 - Spesifikasi Yang Melebihi Ekspetasi

Review: Xiaomi Redmi Note 2 - Spesifikasi Yang Melebihi Ekspetasi

Review: Xiaomi Redmi Note 2 - Spesifikasi Yang Melebihi Ekspetasi

Review: Xiaomi Redmi Note 2 - Spesifikasi Yang Melebihi Ekspetasi

Review: Xiaomi Redmi Note 2 - Spesifikasi Yang Melebihi Ekspetasi

Dimensinya yang berukuran 152 x 76 x 8.3 mm membuat Xiaomi Redmi Note 2 terlihat besar namun tetap stylish dan kompak karena bezel nya yang cukup tipis. Pengoperasian dengan satu tangan masih bisa dilakukan hanya saja kadang cukup susah saat harus menjangkau kebagian tepi layar.

Bagian belakangnya sangat mirip dengan Xiaomi Mi4i yaitu menggunakan bahan plastik karbonat yang cukup berkualitas. Perbedaannya hanya terletak pada posisi kamera dan led flashligt yang kini posisinya ditengah. Lensa kameranya sendiri didesain menonjol keluar sehingga cukup bikin khawatir saat ditaruh dalam posisi terlentang. Alhasil saat akan menaruhnya di permukaan yang keras Om Gadget harus ekstra hati-hati.

Apa? Pake aja hardcase? Sorry Om Gadget gak suka pake yang begituan. Kenapa? Karena nanti jadi kelihatan tebal dan kesan elegannya hilang. hehee

Tombol volume dan power baik bentuk dan penempatannya masih sama dengan produk Xiaomi lainnya yaitu memanjang dan berada disebelah kanan bodi. Yang unik dari Xiaomi Redmi Note 2 ini adalah adanya sensor infrared remote yang berada dibagian atas bodi. Akan Om Gadget bahas lebih lengkap dibagian bawah artikel mengenai remote ini.

Layar & Interface

Review: Xiaomi Redmi Note 2 - Spesifikasi Yang Melebihi Ekspetasi

Review: Xiaomi Redmi Note 2 - Spesifikasi Yang Melebihi Ekspetasi

Review: Xiaomi Redmi Note 2 - Spesifikasi Yang Melebihi Ekspetasi

Memiliki bentang layar 5.5″ dengan resolusi 1080p dan 401 ppi. Tampilan yang dihasilkan sangat jernih dan mulus, tidak ada terlihat jaggies atau kotak-kotak pixel sama sekali. Sayang tidak dilengkapi dengan teknologi Sunlight Display seperti yang ada pada Xiaomi Mi4i.

Untuk bagian interface sepertinya tidak ada yang perlu dibahas mendalam. Khas MIUI yang cantik dan bisa dikustomisasi dengan pilihan tema segambreng. Mungkin yang baru adalah MIUI 7 walaupun secara tampilan sekilas sama saja dengan MIUI 6 tapi memiliki performa yang lebih smooth.

Kamera

Kamera Belakang (13 MP, f/2.2)

Review: Xiaomi Redmi Note 2 - Spesifikasi Yang Melebihi Ekspetasi

Review: Xiaomi Redmi Note 2 - Spesifikasi Yang Melebihi Ekspetasi

Review: Xiaomi Redmi Note 2 - Spesifikasi Yang Melebihi Ekspetasi
outdoor; HDR off;
Review: Xiaomi Redmi Note 2 - Spesifikasi Yang Melebihi Ekspetasi
outdooor; HDR on;
Review: Xiaomi Redmi Note 2 - Spesifikasi Yang Melebihi Ekspetasi
indoor; flashlight off;
Review: Xiaomi Redmi Note 2 - Spesifikasi Yang Melebihi Ekspetasi
indoor, flashlight on

Kamera belakangnya punya resolusi 13MP dengan bukaan lensa hingga f/2.2. Bukaan lensa ini sangat berpengaruh terhadap seberapa banyak cahaya yang bisa ditangkap oleh lensa sehingga makin rendah nilainya maka makin bagus gambar yang diambil dalam kondisi minim cahaya. Sebenarnya Om Gadget berharap kamera belakang Xiaomi Redmi Note 2 ini bisa memiliki aperture f/2.0 seperti halnya Mi4i. Karena itulah kualitas gambarnya dalam kondisi minim cahaya sedikit dibawah Mi4i walaupun sama-sama 13MP. Inilah salah satu alasan kenapa harganya lebih murah dari Mi4i.

Dalam kondisi outdoor dengan pencahayaan yang berlimpah hasil kameranya tidak perlu diragukan, sangat bagus dan tajam. Detail-detail objek gambar bisa ditangkap dengan baik. Fitur HDR nya pun sangat membantu saat harus memotret objek yang membelakangi sumber cahaya. Sedangkan pada kondisi indoor dengan pencahayaan yang berasal dari lampu kamar, akan muncul sedikit noise walaupun secara keseluruhan hasilnya masih cukup bagus. Disini kalian bisa mengandalkan lampu flashlight nya yang mengasilkan cahaya cukup terang.

Ultra-fast 0.1s focus speed. Yup bener gan. Xiaomi mengklaim kamera Redmi Note 2 ini bisa mendapatkan focus kurang dari 1 detik! Sangat cepat kan gan. Pada prakteknya saat Om Gadget coba memang kamera belakangnya ini mampu menentukan titik fokus dengan sangat cepat, tidak sampai sedetik. Sepertinya akan menarik jika ditanding dengan Asus Zenfone Laser yang juga mengunggulkan kecepatan fokus.

Kamera Depan (5 MP, f/2.0)

Review: Xiaomi Redmi Note 2 - Spesifikasi Yang Melebihi Ekspetasi

Review: Xiaomi Redmi Note 2 - Spesifikasi Yang Melebihi Ekspetasi

Review: Xiaomi Redmi Note 2 - Spesifikasi Yang Melebihi Ekspetasi

Beralih kekamera depan resolusinya hanya 5MP tapi sudah memilik bukaan lensa f/2.0. Untuk outdoor kamera depan ini mampu menghasilkan gambar yang tajam dan jernih loh gan, tidak kalah dengan kamera belakangnya.

Sedangkan saat dicoba dalam kondisi indoor maka kalian akan menemukan cukup banyak noise dan hasil gambar yang tidak tajam. Wajar mengingat ini adalah kamera depan yang hanya diperuntungkan untuk keperluan ber-selfie ria. Mengingat harga yang ditawarkan, hasil gambar tersebut sudah sangat bagus.

Performa

Mediatek Helio X10 Octa-core 64-bit 2.0Ghz, 2GB RAM, PowerVR Rogue G6200

Om Gadget cukup terkejut saat mengetahui Xiaomi membenamkan Soc Helio X10 pada perangkat yang cuma di banderol dengan harga 2 juta ini. Karena seperti yang diketahui Helio X10 ini merupakan jenis prosesor high-end. Ditambah dengan kapasitas RAM sebesar 2GB maka kalian tidak perlu meragukan bagaimana kemampuan Redmi Note 2 ini, bahkan performanya sedikit melebihi Mi4i. Dalam penggunaan harian seperti browsing dan sosial media bisa dilakukan dengan sangat mulus saat berpindah-pindah aplikasi.

Saat melakukan tugas berat seperti memainkan game HD juga bisa dijalankan dengan lancar. Beberapa game yang sudah Om Gadget coba adalah Asphalt 8 dan Real Racing. Dengan ditenagai GPU PowerVR Rogue G6200 kedua game tersebut bisa berjalan sangat mulus tanpa ada lag berarti. Yang perlu diingat sebelum memainkan game adalah nyalakan terlebih dahulu Mode Performance. Karena jika kalian menjalankannya tetap dalam Mode Balance kemungkinan tidak akan berjalan mulus apalagi untuk jenis Game HD yang memiliki grafis indah dan lebih berat tentunya.

Sekarang kita beralih ke benchmark. Walaupun ada beberapa orang yang yang tidak perduli atau bahkan mengatakan nilai benchmark tidak dapat dipercaya namun Om Gadget berpendapat lain. Karena dari pengalaman nilai benchmark yang tinggi biasanya memang sebanding lurus dengan performa yang didapatkan.

Berikut adalah beberapa pengujian performa yang Om Gadget lakukan menggunakan aplikasi benchmark.

Review: Xiaomi Redmi Note 2 - Spesifikasi Yang Melebihi Ekspetasi
Performance Mode
Review: Xiaomi Redmi Note 2 - Spesifikasi Yang Melebihi Ekspetasi
Balance Mode

Pada aplikasi benchmark Antutu ini Om Gadget melakukan 2 kali pengujian yaitu pada mode Balance dan mode Performance. Hasilnya pada mode Balance mampu memperoleh skor 38.834 sedangkan pada mode Performance 45.318. Skor tersebut sudah termasuk tinggi untuk kelas harga yang ditawarkan.

Remote Infrared

Ini merupakan fitur yang unik namun sepertinya tidak terlalu berguna. Dengan fitur ini kita bisa mengubah Xiaomi Redmi Note 2 kita menjadi berbagai macam remote elektronik seperti TV atau AC. Om Gadget sudah coba pada TV LCD Toshiba remote ini bisa bekerja dengan baik. Sayangnya waktu dicoba pada AC tidak berhasil. Mungkin Karena AC nya bukan merk terkenal. :p
Menarik memang. Tapi pada kenyataannya sangat jarang Om Gadget pakai sih.

Sensor

se

Sensor yang ada pada Xiaomi Redmi Note 2 terhitung sangat lengkap. Gyro sensor pun ada, jadi kalian bisa menikmati sensasi Virtual Reality seperti yang pernah Om Gadget bahas pada artikel Review Google Cardboard – Solusi VR dengan Budget Minim!

Baterai

Review: Xiaomi Redmi Note 2 - Spesifikasi Yang Melebihi Ekspetasi

Review: Xiaomi Redmi Note 2 - Spesifikasi Yang Melebihi Ekspetasi

Review: Xiaomi Redmi Note 2 - Spesifikasi Yang Melebihi Ekspetasi

Untuk mengukur kemampuan baterai 3000 mAh Xiaomi Redmi Note 2 ini Om Gadget menggunakan aplikasi Antutu Tester. Aplikasi ini akan mensimulasikan berbagai kegiatan yang sering kita lakukan sehari-hari seperti multimedia, browsing, gaming, hingga full load CPU yang akan berjalan terus secara berulang-ulang. Test ini Om Gadget lakukan dari kondisi baterai 100% hingga menyentuh angka 10% dengan kondisi paket data aktif. Hasilnya Smartphone ini mampu bertahan selama 3 jam 10 menit dengan skor akhir 5.625.

Mengingat ini merupakan test yang lumayan berat dimana suhu operasionalnya saja mencapai 45 derajat celcius, maka dalam penggunaan nyata sehari-hari seharusnya bisa lebih lama dari itu.

Kesimpulan Xiaomi Redmi Note 2

Setelah sebelumnya dikecewakan dengan kehadiran Redmi 2 yang tidak membawa peningkatan signifikan, Xiaomi dengan Redmi Note 2 nya akhirnya kembali kejalan yang benar menggebrak pasar dengan spesifikasi yang jauh diatas Redmi Note generasi pertama. Bahkan performanya diatas Mi4i yang lebih mahal 800 ribu seakan-akan ingin membunuh saudaranya sendiri. Apalagi tidak seperti Mi4i yang hanya mengandalkan memori internal, Redmi Note 2 dibekali dengan dukungan slot microsd yang mana ini sangat penting bagi kalangan power user.

Dengan membeli Xiaomi Redmi Note 2 kalian akan mendapatkan sebuah smartphone yang memiliki performa tinggi, desain yang tipis, dan layar yang sangat tajam. Namun disisi lain apa yang ditawarkannya tidak akan membuat kantong kalian jebol diwaktu yang sama.

Xiaomi Redmi Note 2 rasanya terlalu perfect untuk harga 2 juta. Satu-satunya kekurangannya adalah ada pada bagian non teknis, yaitu jalur distribusinya yang tidak resmi sampai artikel ini di publish. Walaupun Om Gadget pribadi tidak terlalu mempermasalahkan hal ini, tapi nyatanya diluar sana masih banyak orang yang menahan membeli Xiaomi Redmi Note 2 karena belum resmi masuk ke Indoenesia.

Jaringan – GSM/HSPA/LTE
– Dual-SIM (Micro-SIM)
– WiFi 802.11 a/b/g/n/ac
Dimensi 152 x 76 x 8.3mm
Berat 160 g
Display Panel IPS; 16M warna; 5.5 inch; 1080×1920 pixels; 401 ppi
Chipset Mediatek MT6795 Helio X10
CPU Octa-core 2.0 Ghz Cortex-A53
GPU PowerVR G6200
RAM 2 GB
Memori Internal 16 GB
Memori Eksternal microSD, up to 32 GB
Kamera – Belakang : 13 MP; LED Flash
– Depan : 5 MP
Baterai Li-Po 3060 mAh

Review: Asus X453M – Celeron Lelet? Siapa Bilang!

Halo gan, kali ini Om Gadget akan melakukan sedikit review pada Asus X453M yang baru saja dibeli ini. Hemm sebenarnya gak baru-baru amat sih, sudah 3 bulan sejak postingan ini di publish. Artikel review ini sudah mulai Om Gaget tulis beberapa hari sejak pembelian, tapi karena satu dan lain hal akhirnya ngaret sampai 3 bulan. hehe

Laptop ini Om Gadget beli untuk menggantikan netbook Asus Eeepc 2015c sebelumnya yang untuk booting ke tampilan desktop saja sampai muntah darah (baca: lelet). Sekarang netbok tersebut sudah Om Gadget wariskan ke adik yang masih SMP. Biarlah dia merasakan sejenak bagaimana rasa sakitnya menunggu loading. hahaa

Spesifikasi

Processor Intel Bay Trail-M Dual Core Celeron N2840
OS Free DOS
Graphics Intel HD
Memory  2 GB DDR3L
Display 14″ (1366×768)
Storage – 2.5″ SATA 500GB HDD 5400 RPM
– Card reader (SD SDHC)
Camera VGA
Optical Drive Super-Multi DVD
Networking – Wifi 802.11 b/g/n
– LAN
Interface – 1x COMBO audio jack
– 1x VGA port
– 1x HDMI
– 1x USB 3.0 port
– 1x USB 2.0 port
– 1x LAN jack
Audio  SonicFocus
Battery  2 Cells
Power Adapter – Output : 19 V DC, 1.75 A, 33 W
– Input : 100-240 V AC, 50/60 Hz universal
Dimensions 34.8 x 24.2 x 2.53 cm (WxDxH)
Weight 2.0 kg (with 2 cell battery)

Pertama-tama kita akan mulai dari spesifikasinya, bisa kalian lihat dari tabel diatas. Yak, memang bukan laptop mahal sih. Tapi lumayan lah buat dibawa-bawa keluar mengingat harganya cuma 3 jutaan.

Desain

Review: Asus X453M - Celeron Lelet? Siapa Bilang!Review: Asus X453M - Celeron Lelet? Siapa Bilang!Review: Asus X453M - Celeron Lelet? Siapa Bilang!Review: Asus X453M - Celeron Lelet? Siapa Bilang!Review: Asus X453M - Celeron Lelet? Siapa Bilang!Review: Asus X453M - Celeron Lelet? Siapa Bilang!Review: Asus X453M - Celeron Lelet? Siapa Bilang!

Review: Asus X453M - Celeron Lelet? Siapa Bilang!
Lumbang pembuangan udara panas dibagian belakang

Review: Asus X453M - Celeron Lelet? Siapa Bilang!

Sepertinya ini akan menjadi tren model untuk kebanyakan jajaran laptop Asus tahun ini. Pada permukaan atas laptop tidak hanya polos begitu saja tapi diberi aksen/ukiran melingkar-lingkar yang akan membuatnya terlihat unik dalam memantulkan cahaya, seperti halnya seri Zenbook. Sedangkan bagian bawahnya berwarna hitam polos.

Tidak ada tempat khusus untuk membuka bagian RAM maupun hardisk. Bahkan kalian pun tidak akan bisa melepas baterai nya jika tidak membongkar keseluruhan casing nya terlebih dahulu. Dengan konsep desain yang seperti ini praktis akan sangat sulit untuk melakukan upgrade seperti misalnya menambah RAM ataupun mengganti HDD menjadi SSD.

Untuk bagian dalamnya, sekitar keyboard, terlihat bersih dan simpel dengan warna putih polos yang disandingkan dengan keyboard berwarna hitam. Tombol power terletak tepat diatas tombol Esc tanpa ditemani dengan led penanda laptop dalam keadaan menyala. Bukan masalah besar hanya saja akan lebih bagus jika ada led nya menurut Om Gadget. Keyboard nya menurut Om Gadget sangat nyaman digunakan untuk mengetik cepat sekalipun.

Pada bagian kiri terdapat port charger, 1x Lan, 1x port VGA, 1x port HDMI, 1x USB 3.0, 1x slot SDCARD, dan 1x USB 2.0. Sedangkan pada bagian kanan hanya terdapat slot DVD RW dan security lock. Pada bagian depannya hanya terdapat speaker, led power, dan led baterai.

Yang cukup unik dan Om Gadget suka adalah lubang pembuangan udara panasnya yang terletak pada bagian belakang. Kebanyakan laptop lain berada pada sisi samping atau bawah. Dengan desain lubang seperti ini tangan kita tidak akan kepanasan saat mengoperasikan laptop. Dan laptop ini juga masih nyaman digunakan dalam pangkuan diatas paha cukup lama. Paha kita hanya akan terasa sedikit hangat.

Touchpad

Beralih ke navigasi, Asus (lagi-lagi) memberikan touchpad dengan model klik kiri-kanan yang rata menyatu. Dan sepertinya akan terus seperti ini untuk model laptop kedepannya. Om Gadget sebenarnya sangat membenci model seperti ini karena dari beberapa kali penggunaan, laptop dengan touchpad model seperti ini cukup menghambat navigasi apalagi saat memerlukan kombinasi dengan klik kiri/kanan berbarengan.

Contohnya saat melakukan drag & drop. Ya memang hal ini bisa dengan mudah diatasi dengan membeli mouse tambahan hanya saja rasanya kurang praktis.

Nah pada Asus X453 ini Om Gadget cukup terkejut karena tidak menemukan kesulitan berarti dalam bernavigasi dengan touchpad ini. Klak-klik, drag-drop, semuanya bisa dilakukan dengan lancar.Sepertinya Asus belajar dari keluhan konsumen dan memperbaiki desain dari touchpad nya ini sehingga nyaman digunakan. Dan sepertinya Om Gadget tidak perlu membeli mouse tambahan lagi.

Baterai

Baterainya memang cuma 2 cell tapi saya merasa daya tahannya cukup bagus. Untuk aktivitas browsing-browsing masih bisa tahan 3-4 jam. Mungkin karena menggunakan processor celeron sehingga tidak terlalu banyak makan daya.

Performa

Ditenagai (hanya) dengan processor Intel Celeron dan grafis Intel HD maka jangan mengharapkan laptop ini bisa menangani tugas-tugas berat seperti me-render 3D atau memainkan game sekelas GTA V. Wajar aja sih mengingat harganya yang hanya 3 jutaan laptop ini lebih dikhususkan untuk kegiatan-kegiatan ringan seperti mengetik, browsing, dan sesekali menonton film.

Kapasitas RAM-nya yang cuma 2GB terhitung sangat pas-pas an dalam menjalankan Windows 8.1 64-bit. Kalian akan cukup sering menemui sisa available RAM nya hanya tinggal 100-200MB. Apalagi jika kalian suka membuka banyak tab hingga belasan sekaligus pada browser seperti yang sering Om Gadget lakukan. Cukup menguji kesabaran gan.

Lelet? Upgrade ke SSD!

Setelah 3 bulan menggunakan laptop ini Om Gadget akhirnya menyerah dengan fakta bahwa laptop ini tidak mampu lagi menghandle kebutuhan Om Gadget. Kebutuhan Om Gadget sebenarnya tidak terlalu berat, hanya browsing-browsing, download, dan sesekali menonton film saja. Tapi Om Gadget punya kebiasaan membuka tab pada Chrome hingga belasan sekaligus dan jadilah laptop Asus X453M ini kehabisan napas dan mulai lemot.

Akhirnya Om Gadget putuskan untuk membeli SSD. Adapun SSD yang dibeli adalah Kingston V300 120GB yang merupakan kelas value. Langsung saja Om Gadget bongkar itu laptop walaupun Om Gadget tahu itu akan menghanguskan garansi resminya. Karena untuk membongkar nya kita diharuskan membuka beberapa baut yang sayangnya baut tersebut ditutupi oleh stiker garansi.

Review: Asus X453M - Celeron Lelet? Siapa Bilang!

Review: Asus X453M - Celeron Lelet? Siapa Bilang!

Review: Asus X453M - Celeron Lelet? Siapa Bilang!
The SSD!

 

Akhirnya SSD terpasang dan sudah Om Gadget install windows 8.1 beserta antek-anteknya (baca: driver dan program). Hasilnya? Wuuuss! Laptop ini mampu mengikuti pergerakan multitasking Om Gadget dengan lancar. Tidak ada masalah membuka tab pada Chrome hingga belasa sekaligus walaupun RAM nya hanya 2GB. Program Adobe Photoshop dan Microsoft Office 2013 pun bisa dibuka dengan sangat cepat. Misalnya saja Adobe Photoshop mampu dibuka dengan waktu kurang dari 5 detik! Yah tidak rugi Om Gadget membeli SSD walaupun kapasitasnya lebih kecil dari HDD. Toh saya juga tidak memerlukan space yang besar.

Oiya, pada laptop ini hanya disediakan 1 slot RAM. Jadi jika kalian ingin menambah kapasitas RAM maka RAM bawaannya tidak bisa dipakai.

Kesimpulan

Hadir dengan desain texture melingkar-lingkar ala zenbook memberikan kesan menarik pada laptop Asus X453M ini. Apalagi dengan dimensi 34.8 x 24.2 x 2.53 cm membuatnya terlihat tipis dan cukup elegan. Om Gadget suka dengan penempatan lubang pembuangannya dibagian belakang sehingga tidak mengganggu kenyamanan tangan saat mengoperasikannya. Yang cukup disayangkan adalah port USB nya yang cuma disediakan 2 buah. Netbook Om Gadget sebelumnya saja yang lebih kecil port USB nya ada 3 buah.

Dari segi performa memang terhitung pas-pasan karena hanya mengandalkan Intel Celeron. Wajar mengingat harganya yang berkisar 3 jutaan. Saran Om Gadget kalian segera lakukan upgrade SSD agar kinerjanya bisa lebih responsif. Dan kalau masih ada dana lebih bisa juga kalian tingkatkan sekalian kapasitas RAM nya.

Laptop ini cocok untuk kalian yang punya dana terbatas dan hanya melakukan kegiatan seperti mengetik, browsing, maupun nonton film.

Review dan Alasan Kenapa Xiaomi Mi Band Pantas Dibeli

Beberapa waktu yang lalu Xiaomi telah meluncurkan sebuah wearable device yang bernama MI Band. MI Band sendiri merupakan sebuah perangkat yang berfungsi sebagai gelang kesehatan. Maksudnya adalah membantu kita untuk bisa hidup sehat.

Mari kita lihat bagaimana penampakan dari Mi Band yang Om Gadget beli langsung melalui situs Mi.com ini. Om Gadget cukup penasaran saat melihat ada opsi pengiriman COD untuk daerah Kalimantan karena Om Gadget kira opsi ini hanya tersedia untuk pulau Jawa. Prosesnya juga ternyata sangat mudah tanpa ada syarat apapun. Tinggal klik tombol beli maka akan langsung diproses.

Tapi sayangnya tarif jasa pengirimannya cukup bikin Om Gadget mengernyitkan dahi. Rp 75.000. Untuk sebuah barang yang seukuran jam tangan bahkan lebih ringan. Sekedar informasi contohnya tarif JNE hanya mengenakan paling mahal Rp 35.000 per kilogram nya dari pulau Jawa ke Kalimantan.

Oke balik lagi ke perangkat Mi Band nya 😀
Paketannya sangat sederhana seperti halnya Xiaomi redmi 1S, persegi dengan warna coklat cream/khaki hanya saja dengan ukuran lebih kecil. Kualitas kotak ini juga sama, sangat kokoh. Didalamnya hanya terdapat Mi Band beserta buku manual nya.

Review dan Alasan Kenapa Xiaomi Mi Band Pantas Dibeli

Review dan Alasan Kenapa Xiaomi Mi Band Pantas Dibeli

Review dan Alasan Kenapa Xiaomi Mi Band Pantas Dibeli

Review dan Alasan Kenapa Xiaomi Mi Band Pantas Dibeli

Review dan Alasan Kenapa Xiaomi Mi Band Pantas Dibeli

Review dan Alasan Kenapa Xiaomi Mi Band Pantas Dibeli

Review dan Alasan Kenapa Xiaomi Mi Band Pantas Dibeli

Review dan Alasan Kenapa Xiaomi Mi Band Pantas Dibeli

Fitur menarik dari Mi Band selain dapat mengukur berapa langkah kaki kita, perangkat ini juga bisa mengukur seberapa lelap tidur kita di malam hari agar paginya kita bisa bangun dengan keadaan segar bugar.

Kebetulan juga Om Gadget cukup punya masalah dengan yang namanya insomnia atau gangguan tidur. Niatnya sih dengan membeli Mi Band ini Om Gadget bisa lebih teratur tidur dan bisa beraktifitas di siang hari dengan baik. Gak kayak sekarang kebalik, siangnya tidur malamnya baru beraktifitas. hehee

Masih ada banyak hal lagi yang bisa dilakukan oleh Mi Band ini. Berikut adalah fitur-fitur menariknya kenapa Mi Band pantas untuk kalian beli. Mari kita bahasa satu-persatu.

Pengukur Gerak Langkah Kaki

Review dan Alasan Kenapa Xiaomi Mi Band Pantas Dibeli

Review dan Alasan Kenapa Xiaomi Mi Band Pantas Dibeli

Sebenarnya lebih tepat jika disebut pengukur gerak tangan karena alat ini mengukur gerakan kaki berdasarkan gerak maju mundur tangan kita. Jadi jika kalian berjalan atau berlari dengan tangan tetap tegak lurus maka alat ini tidak akan menghitungnya sebagai gerakan langkah kaki. Tapi memangnya ada orang yang berjalan dengan cara seperti itu? 😀

Gambar diatas adalah gambar statistik sudah seberapa jauh dan seberapa banyak langkah kaki yang Om Gadget lakukan selama sekitar 24 jam. Ternyata Om Gadget sudah berjalan cukup jauh juga ya walaupun kerjaan Om Gadget cuma mondar-mandir depan PC doang. Oiya, sebenarnya Mi Band ini sempat Om Gadget pakai waktu main futsal selama 1 jam. Mungkin karena itu hitungan langkah kakinya jadi banyak :p

Pengukur Lelap Tidur

Review dan Alasan Kenapa Xiaomi Mi Band Pantas Dibeli

Review dan Alasan Kenapa Xiaomi Mi Band Pantas Dibeli

Ini adalah fitur utama lainnya dari Mi Band selain pengukur gerak langkah kaki tadi. Dengan fitur ini Mi Band akan mengukur seberapa lelap tidur kita dimalam hari, seberapa lama kita tidur, apakah kita ada terbangun dimalam hari, dan dari jam berapa kita mulai terlelap hingga kita beranjak dari tempat tidur.

Bisa kalian lihat lagi pada gambar diatas adalah statistik tidur Om Gadget tadi malam. Bisa dilihat disitu ada garis batas berwarna merah. Itu adalah saat Om Gadget terbangun ditengah malam. Saat itu Om Gadget terbangun karena mengira sudah pagi, saat melihat jam masih menunjukkan pukul 2.48 pagi Om Gadget langsung kembali tidur lagi. Hebat juga Mi Band ini bisa mengetahui secara akurat Om Gadget bangun dari tempat tidur walau cuma beberapa belas detik.

Unlock Smartphone Otomatis

Review dan Alasan Kenapa Xiaomi Mi Band Pantas Dibeli

Review dan Alasan Kenapa Xiaomi Mi Band Pantas Dibeli

Ini adalah fitur menarik lainnya dari Mi Band. Dengan fitur ini siapapun yang memegang smartphone kita jika dia tidak menggunakan Mi Band maka dia harus memasukkan sandi yang sudah kita atur sebelumnya jika ingin membuka kunci layar (Unlock). Terdengar biasa saja? Tunggu dulu… yang menarik disini adalah jika kita menggunakan Mi Band maka kita tidak perlu memasukkan sandi tersebut untuk membuka kunci layar. Kita cukup menggeser layar seperti biasa dan voila! layar langsung terbuka.

Menurut Om Gadget ini adalah cara membuka kunci layar yang sangat menarik. Karena kadang cukup ribet dan butuh waktu jika setiap ingin menggunakan ponsel harus memasukkan sandi dulu padahal kita cuma mau lihat notif masuk sebentar. Apalagi bagi kalian yang doyan pasang sandi rumit-rumit. :p

Bluetooth Low Energy

Mungkin ini akan menjadi pertimbangan atau kekhawatiran tersendiri sebelum memutuskan meminang Mi Band ini. Apakah dengan terhubung melalui bluetooth secara terus menerus tidak akan menguras baterai smartphone kita? Om Gadget bisa jawab dengan sangat yakin TIDAK! Om Gadget sudah membuktikannya sendiri dalam pemakaian sehari-hari tidak ada pengaruh signifikan dalam penggunaan daya baterai smartphone walaupun terus terhubung ke perangkat Mi Band. Malah sebenarnya Om Gadget merasa tidak ada bedanya alias sama saja penggunaan baterainya dalam keadaan terhubung Mi Band maupun tidak. Jadi tenang saja, kalian tidak akan merasakan pengaruhnya walaupun bluetooth smartphone kalian selalu dalam keadaan menyala 🙂

Baterai

Review dan Alasan Kenapa Xiaomi Mi Band Pantas Dibeli

Xiaomi mengklaim baterai dari Mi Band ini sanggup bertahan selama 30 hari dalam sekali charging. Sayangnya karena saya baru memakai selama 1 hari jadi saya belum bisa membuktikan klaim ini. Mungkin akan Om Gadget bahas lagi di artikel selanjutnya bagaimana experience menggunakan Mi Band ini selama 1 bulan.

Mengetahui Ada Notifikasi Masuk

Yup, tentu saja Mi Band ini juga bisa memberitahukan setiap kali ada penggilan maupun sms masuk. Untuk menggunakan fitur ini kalian cukup mengaktifkannya pada menu settings aplikasi Mi Fit.

Lalu bagaimana jika kita juga ingin pemberitahuan notifikasi masuk dari aplikasi lain semisal BBM dan Whatsapp? Sayangnya aplikasi resmi dari Mi Fit sendiri belum mendukung fitur ini. Tapi kita sedang membicarakan aplikasi dari sebuah plartform terbuka yaitu Android, tentu saja para developer bertindak cepat menutupi keterbatasan ini dengan menghadirkan aplikasi Tweaked Mi Band (nama dari aplikasi Mi Fit sebelumnya adalah Mi Band). Nanti akan saya bahas tentang aplikasi Tweaked Mi Band dalam artikel terpisah.

Tahan Air (Waterproof)

Review dan Alasan Kenapa Xiaomi Mi Band Pantas Dibeli

Review dan Alasan Kenapa Xiaomi Mi Band Pantas Dibeli

Sebagai gelang kesehatan yang akan terus dipakai dalam kondisi apapun fitur ini mutlak adanya. Untungnya Mi Band sudah dilengkapi dengan disertifikasi IP67 yang artinya perangkat ini tahan akan cipratan air dan debu bahkan bisa kalian ajak berenang hingga kedalaman 1 meter.

Seperti yang terlihat pada gambar Om Gadget coba semprot dengan air keran beberapa saat dan Mi Band masih bisa bekerja dengan normal. Sebenarnya pengen coba ajak berenang si Mi Band ini tapi sayangnya Om Gadget lagi males pergi ke kolam renang :p

Kesimpulan

Xiaomi masih bisa menjaga komitmennya untuk menghadirkan perangkat murah namun berkualitas dengan menghadirkan Mi Band yang di banderol seharga Rp225.000 berdasarkan situs resminya mi.com. Menurut Om Gadget harga itu cukup masuk akal mengingat berbagai macam fungsi dan fitur yang diberikan.

Beberapa fitur yang membuat Om Gadget sangat tertarik adalah fitur Pengukur Lelap tidur dan Unlock Smartphone Otomatis. Om Gadget hanya sedikit kecewa dengan penetapan harga ongkirnya. Semoga kedepannya ongkirnya bisa lebih murah. hehee 😀

Terlepas dari itu semua apakah Mi Band ini pantas atau tidak untuk kalian beli adalah tergantung pada kalian sendiri. Bagi mereka yang merasa sudah cukup sehat dan mempunyai tubuh yang selalu prima dan pempunyai pola hidup yang sudah teratur mungkin membeli Mi Band hanya akan terasa seperti menghamburkan uang saja.

Tapi bagi mereka yang merasa pola hidupnya kacau, tidak teratur, atau selalu bangun dalam keadaan seluruh badan terasa sakit dan berniat mengubah itu semua maka Mi Band adalah sebuah solusi yang tepat. Tentunya agar hasilnya maksimal kalian harus benar-benar punya niat dan komitmen yang kuat untuk mengubah pola hidup, bukan karena hanya niat sesaat saja ya.

Review 5 Browser Android – Mana yang Bagus?

Sangat banyak pilihan browser yang bisa kita gunakan pada Android dan terkadang bisa membuat bingung mana yang cocok untuk kita, gadget kita, dan kegiatan yang sedang kita lakukan.

Untuk itu saya akan coba membahas 5 browser populer yang biasa saya gunakan. Perlu diingat disini saya tidak akan menyertakan hitung-hitungan benchmark melainkan lebih kepada pengalaman dan opini saya sendiri selama menggunakan browser-browser tersebut.

Review 5 Browser Android - Mana yang Bagus?
ilustrasi

 

Opera Mini

Opera Mini merupakan browser yang sudah populer pada perangkat mobile dari dulu sejak sistem operasi berbasis Java masih berjaya. Opera Mini terkenal karena sangat ringan dan kemampuannya dalam melakukan kompresi data web sehingga selain web bisa cepat terbuka juga dapat menghemat pemakaian kuota.

Tapi sayangnya karena kompresi yang dilakukannya sangat ketat bebera fungsi web seperti javascript dan flash tidak akan bisa berjalan. Contohnya saja seperti waktu tunggu di 4shared saat download itu detiknya tidak akan jalan. Kemampuan download manager dari opera mini pun tidak bagus. File yang didownload sering tidak selesai dan terputus begitu saja, apalagi jika size nya besar.

Saya biasa menggunakan opera mini jika lagi perlu mencari suatu informasi secara cepat dan perlu membuka banyak tab sekaligus. Atau jika kuota benar-benar sudah kritis saya juga suka ( dengan terpaksa) menggunakan opera mini.

Plus (+) :

  • Sangat ringan sehingga tidak membebani RAM walaupun membuka banyak tab sekaligus
  • Kompresi yang dilakukan sangat-sangat hemat

Minus (-) :

  • Javascript dan Flash tidak bisa jalan
  • Download manager nya tidak bisa diandalkan
  • Fitur sedikit

 

Baidu Browser

Walaupun sudah cukup lama hadir di android tapi dibanding 4 browser lainnya Baidu Browser termasuk yang paling muda. Perkembangan dan popularitasnya sendiri cukup cepat. Selain karena nama besar Baidu promosi iklannya juga sangat gencar hingga muncul dimana-mana. Bahkan iklan-iklannya kadang sedikit memasuki taraf ‘mengganggu’.

Pengalaman menggunakan Baidu Browser fiturnya cukup banyak dan navigasinya mudah. Sayangnya beberapa kali saya browsing si Baidu nya beberapa kali ‘bengong’, maksudnya web yang dibuka pada tab tertentu hang atau tidak merespon sama sekali. Solusinya sih sebenarnya cukup buka web tersebut di tab baru. Tapi kalau keseringan ya bikin bete juga. Untuk kinerja membuka halaman web nya saya rasa biasa saja. Tidak cepat namun tidak lambat juga.

Kelebihan lainnya dari Baidu Browser adalah download manager nya sangat bisa diandalkan. Sangat jarang terputus ditengah jalan walaupun size file tersebut ukurannya cukup besar. Walau terputus pun masih bisa dilanjutkan berkat adanya fitur Pause dan Resume. Selain itu terdapat keterangan berapa kecepatan ketika mendownload.

Plus (+) :

  • Fitur cukup banyak
  • Navigasi mudah
  • Download manager nya sangat bisa diandalkan

Minus (-) :

  • Kadang browser nya suka ‘bengong’

 

Chrome

Ini adalah browser yang paling saya suka dalam menjelajah dunia internet. Kinerjanya dalam membuka halaman web sangat-sangat cepat. Halaman-halaman web yang diinginkan bisa terbuka dalam sekejap. Chrome sudah mendukung HTML5 namun sayangnya tidak men support Flash lagi. Bukan masalah besar karena rata-rata web sudah mulai beralih ke HTML5.

Untuk yang perangkatnya memiliki RAM dibawah 1GB mungkin akan dijumpai lag jika membuka beberapa tab sekaligus. Kekurangan Chrome lainnya adalah download manager nya kurang bisa diandalkan dan menurut saya fitur nya terlalu sedikit.

Performa Chrome sebenarnya masih bisa ditingkatkan lagi seperti yang sudah pernah saya tulis pada postingan Tips Meningkatkan Performa Chrome di Android

Plus (+) :

  • Sangat cepat dalam membuka halaman-halaman web

Minus (-) :

  • Agak berat dibuka perangkat yang memiliki RAM dibawah 1GB
  • Download manager kurang bisa diandalkan
  • Fitur terlalu sedikit

 

Firefox

Firefox punya kelebihan bisa menambahkan berbagai macam add-on seperti pada versi desktop nya. Untuk kinerja membuka halaman web nya standar saja, masih kalah cepat dibanding Chrome.

Sepertinya cuma itu saja yang bisa dibahas. Yah saya jarang juga pakai Firefox jadi kurang tahu kelebihan dan kekurangannya.

Plus (+) :

  • Banyak tersedia add-on untuk ditambahkan

Minus (-) :

  • Tidak tahu, soalnya jarang pakai

 

Dolphin

Ini adalah browser yang sangat saya suka saat harus men download file-file yang size nya lumayan besar. Download manager dari Dolphin ini sangat bisa diandalkan. Sangat jarang download-an terputus tanpa sebab yang jelas. Pada bilah notifikasi pun terdapat informasi berapa kecepatan download yang sedang kita lakukan yang menurut saya sangat membantu.

Untuk kinerja nya dalam membuka halaman web standar saja. Dolphin juga menyediakan beberapa add-on yang bisa ditambahkan seperti halnya Mozilla Firefox. Kelebihan lainnya browser Dolphin bisa menampilkan konten Flash cukup dengan menginstall plugin flash nya.

Plus (+) :

  • Download manager nya sangat bisa diandalkan
  • Bisa ditambahkan add-on
  • Bisa menampilkan konten flash

Minus (-) :

  • Kecepatan saat browsing biasa saja

 

Itulah tadi kelebihan dan kekurangan browser-browser tersebut berdasarkan penilaian pribadi saya sendiri. Karena hanya berdasarkan pengalaman sendiri mungkin akan berbeda-beda pendapatnya dengan kalian. Selain itu kecepatan internet juga mungkin akan mempengaruhi pengalaman penggunaan browser.

Nah bagaimana dengan kalian? Apa browser favorit kalian? Mungkin bisa ditambahkan kalau ada yang kurang. Kalau OM GADGET sendiri paling suka menggunakan Chrome dan Dolphin.

Review Google Cardboard – Solusi VR dengan Budget Minim!

Pada artikel sebelumnya saya sudah memberikan sedikit gambaran bagaimana bentuk sebuah Google Cardboard, perangkat gadget virtual reality murah meriah yang terbuat dari kardus tersebut.

Seperti namanya gadget ini memang terbuat dari kardus. Perangkat ini saya beli dari vrindo dalam bentuk kit atau sudah satu paket lengkap isinya. Jadi kita tinggal merakit nya saja. Adapun harganya saya beli dari Vrindo ini kena 180 ribu rupiah.

Apa yang akan kita dapatkan dalam kit nya ini?

  • 1 lembar kardus yang sudah dibentuk dan diberi pola untuk bagian lipatan dan potongan.
  • 2 buah magnet
  • 2 buah lensa
  • 1 stripeband
  • 1 karet gelang

Saat pertama kali memegangnya saya benar-benar bingung harus memulai dari mana. Walaupun sudah disediakan pola garis-garisnya tetap saja ada perasaan takut jika salah melipat atau memotong. Apalagi mengingat bahan dasarnya yang memang terkesan rapuh yaitu kardus. Untunglah di youtube sudah ada video tutorial nya bagaimana cara merakit Google Cardboard ini.

Perlu diperhatikan agar mendapatkan pengalaman yang maksimal HH kalian setidak nya harus memiliki beberapa sensor berikut ini :

  • Gyro Sensor (paling penting)
  • Sensor magnet
  • NFC (tidak begitu penting)

Langsung saja saya coba memasangkannya dengan smartphone Xiaomi Redmi 1S. Setelah saya coba download beberapa aplikasi yang mendukung virtual reality saya menemukan keanehan. Aplikasi-aplikasi tersebut tidak bisa tampil penuh (full screen) pada HH saya.

Setelah mencoba berbagai macam cara akhirnya tampilannya bisa penuh setelah saya menggunakan Cusrom. Cusrom yang saya coba adalah Mokee dan MIUI 6 Unofficial. Aplikasi bisa berjalan sempurna pada kedua cusrom tersebut. Entah apa penyebabnya pada stock ROM MIUI 5 aplikasi vr yang berjalan tidak bisa full screen.

Bagaimana pengalaman saya memakainya?

“Wow!”

Mungkin itu kata yang tepat untuk melambangkannya. Kita akan merasa seperti sedang masuk kedalam dunia yang berbeda. Kita bisa melihat keadaan sekeliling kita cukup dengan menolehkan kepala kita kearah yang ingin dilihat. Berikut beberapa screenshot nya.

1

2

3

4

5

6
ini ceritanya lagi didalam bioskop nonton film

 

7

8

9

Sudah ada beberapa game yang mendukung penggunaan virtual realty ini contohnya saja game shadowgun. Namun sayangnya karena kita tidak bisa menyentuh layar maka untuk memainkannya kita memerlukan sebuah joystick tambahan.

Gadget ini juga sempat dicoba oleh beberapa teman saya. Rata-rata mereka kagum dengan apa yang dilihat dalam gadget tersebut. Tapi karena mungkin sudah pada tua (maklum sudah pada semester akhir) jadi reaksi mereka tidak ada yang berlebihan.

Yang menarik adalah saat alat ini dicoba sama teman-temannya adik saya yang masih muda-muda atau lebih tepatnya masih SMP. Mereka pada heboh dengan penampakan yang ada didalam Google Cardboard tersebut. Sayang tidak sempat saya video kan.

Sedikit Tips Perawatan

Sebaiknya kalian tempelkan beberapa selotip pada bagian kening hingga hidung Google Cardboard. Karena untuk pemakaian dalam waktu yang lama bagian tersebut lama-kelamaan akan kotor karena keringat penggunanya.

beberapa lembar selotip untuk mencegah perangkat terlihat kotor
beberapa lembar selotip untuk mencegah gadget terlihat kotor

Berikut adalah gambar beberapa bagian lainnya dari Google Cardboard.

a2
magnet yang berfungsi sebagai tombol “OK”
a3
tempat meletekan HH yang dilengkapi dengan stiker NFC

a4

a5

Akhir kata Google Cardboard merupakan sebuah ide yang brilian! Kita bisa merasakan sensai Virtual Reality tanpa harus merogoh kocek yang dalam. Cukup dengan mengeluarkan uang tidak sampai 200 ribu rupiah. Bahkan jika kalian cukup rajin untuk mencari semua bahannya, kalian mungkin hanya mengeluarkan uang tidak sampai 50 ribu rupiah.

Tapi yang pasti dengan harga murah tersebut kalian harus ekstra hati-hati dalam penggunaan maupun perawatannya. Terutama jauhkan dari jangkauan anak-anak. Nanti bentuknya bisa berubah jadi abstrak.